UNAIR NEWS – Bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu-Donggala pada Jumat lalu memiliki dampak yang begitu besar. Salah satunya terputusnya proses pendidikan, baik pendidikan di tingkat dasar hingga pendidikan tinggi.

Mengenai hal itu, Rektor Universitas Airlangga Prof. Nasih menyatakan bahwa sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia, UNAIR menyambut baik himbauan Rektor Universitas Tadulako (Untad), Palu – Sulawesi Tengah dalam Majelis Rektor PTN se-Indonesia (MRPTN) dan Forum Rektor Indonesia (FRI), terakait permohonan untuk menerima mahasiswa Untad belajar sementara di berbagai kampus yang ada di Indonesia.

“UNAIR dengan sangat terbuka siap menerima mahasiswa Universitas Tadulako untuk sementara belajar di UNAIR, hingga nanti kondisi kampus Universitas Tadulako bisa digunakan kembali untuk belajar,” paparnya.

Sembari menunggu kondisi kampus Untad kembali pulih, imbuhnya, mahasiswa Untad yang menempuh studi di UNAIR memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan mahasiswa UNAIR. Mahasiswa Untad juga bisa memilih prodi yang relevan dengan prodi yang ditempuh selama menjadi mahasiswa Untad.

“Adapun alur yang harus dilakukan oleh mahasiswa Untad yang ingin studi ke UNAIR, bisa langsung menghubungi pihak Direktorat Pendidikan UNAIR,” jelasnya.

Perihal biaya, tandas Prof. Nasih, mahasiswa yang keluarganya terdampak gempa dan tsunami bisa melakukan permohonan keringanan biaya studi di UNAIR. Untuk tempat tinggal, pihak pimpinan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR juga siap memberikan akses tempat tinggal sementara bagi mahasiswa Untad selama studi di UNAIR.

“Selaian memberikan akses pendidikan kepada mahasiswa Untad yang terdampak gempa dan tsunami, civitas UNAIR terlebih dahulu telah mengirimkan tim medis bersama Rumah Sakit Terapung UNAIR ke lokasi bencana,” pungkasnya. (PIH UNAIR)