JOMBANG – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) lakukan diseminasi teknologi Arsinum (Air Siap Minum) di Pesantren Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng, Jombang (28/05). Inovasi Teknologi BPPT ini mampu mengolah air tanah langsung menjadi air siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu.

Alhamdulillah, akhirnya BPPT diberikan kesempatan untuk menerapkan teknologinya di MQ Tebuireng. Arsinum sendiri mampu menghasilkan 5000L air siap minum per harinya. Ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan santri MQ Tebuireng yang berjumlah 1750,” terang Hammam.

Teknologi pengolahan air minum yang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Lingkungan BPPT ini, menurut Hammam menggunakan sumber air tanah yang diolah dengan teknologi membran yang terdiri dari tiga tahapan penyaringan. Pertama adalah penyaringan awal dengan Bag Filter, diteruskan dengan penyaringan membran Ultrafiltrasi, terakhir dengan membran Reverse Osmosis.

“Tiga tahapan ini ditujukan untuk menyaring partikel-partikel kecil seperti bakteri, mineral logam dan bahan berbahaya lainnya sehingga memenuhi persyaratan kesehatan sebagai air minum yang layak,” tambahnya

Diterangkan Hammam, teknologi Arsinum yang kami diseminasikan ini merupakan generasi ke 4. Sudah disertai sistem otomasi, dilengkapi dengan interface dalam bentuk digital.

“Jadi ini keluaran terbaru, sudah ada layarnya untuk maintenance. Para pengguna Arsinum pun bisa lebih mudah dalam melakukan pemantauan proses pengolahan air, hasil keluaran air, dan kapan harus mengganti membran,” urai Kepala BPPT.

Hammam juga mengklaim tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari Arsinum ini sudah mencapai 70 persen. Menurutnya komponen yang paling penting itu berada di sistemnya, di kegiatan kerekayasaannya, dimana mampu mengkolaborasikan semua komponen untuk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

“Arsinum ini salah satu ikhtiar dari BPPT untuk menjadikan inovasi dan layanan teknologi BPPT mampu menjadi penghela pertumbuhan ekonomi Indonesia,” terang Kepala BPPT

Dijelaskan Hammam, inovasi teknologi Arsinum merupakan salah satu hilirisasi teknologi yang berdasarkan kebutuhan masyarakat (demand driven innovation), atau menurut istilah Eyang BJ Habibie adalah Bermula Dari Akhir, dan Berakhir Di Awal.

“Semoga Arsinum ini dapat bermanfaat bagi para santri MQ Tebuireng, dan menjadi gerbang pembuka kerja sama lainnya untuk mencetak santri-santri yang tidak hanya menguasai agama, namun juga mencintai bahkan mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutup Hammam.

Sementara Ketua Dewan Pembina Yayasan Madrasatul Qur’an KH. Salahuddin Wahid mengucapkan syukur dan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan teknologi Arsinum dari BPPT. Dirinya mengungkapkan kerja sama ini harusnya sudah terjalin sejak 30 tahun yang lalu.

“Kalau ditarik ke belakang, Saya sudah beberapa kali bertandang ke BPPT untuk melakukan kerja sama dengan tujuan membantu santri-santri ini agar lebih melek dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), tapi tidak ada kata terlambat. Alhamdulillahdengan momentum penyerahan Arsinum ini, kerja sama ini sudah dapat dimulai,” ujar Kyai yang kerap disapa Gus Solah ini.

Gus Solah pun berharap ada kerja sama lebih jauh di bidang iptek, karena di MQ Tebuireng terdapat SMA Pesantren Sains, dimana di dalam kurikulumnya terdapat pelajaran ayat Al-Quran yang membahas alam semesta.

“Jika kita mempelajari Al-Quran dengan menyeluruh, maka akan kita temui 800 ayat yang membahas kebesaran Allah SWT di alam semesta ini, dan hanya 150 ayat saja yang membahas akhirat. Sayangnya mayoritas masyarakat kita banyak yang membahas akhiratnya saja,” terang Gus Solah.

Dirinya berharap BPPT mampu membimbing santri di MQ Tebuireng untuk semakin memahami dan mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Terima kasih atas bantuan Arsinum dari BPPT, dan semoga BPPT bisa berkolaborasi dengan para santri untuk memajukan Indonesia melalui iptek,” harap Gus Solah.

sumber :
https://www.bppt.go.id/layanan-informasi-publik/3582-teknologi-arsinum-bppt-siap-penuhi-kebutuhan-air-minum-santri-di-pesantren-madrasatul-quran-tebuireng

Please follow and like us:
0