Seiring dengan upaya penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari segala tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme, Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenristekdikti memberikan sosialisasi Zona Intergritas kepada seluruh pejabat dan staf keuangan dilingkungan Politeknik Negeri Pontianak, Rabu, 14 November 20018 di ruang rapat lantai 3. Sosialisasi ini dihadiri selain Direktur, juga Pembantu Direktur II, Wakil Manajemen Mutu, Ka. SPI, para Kabag dan Kasubag, para Ketua Jurusan dan staf pengelola keuangan dilingkungan Politeknik Negeri Pontianak.

Untuk membangun zona integritas tidaklah mudah, perlu komitmen seluruh lapisan atau unsur yang ada di Politeknik Negeri Pontianak mulai dari pucuk pimpinan sampai pada pelaksana. Oleh karena itu, sosialisasi ini sangat penting untuk kita simak sebagai bahan masukan dalam melaksanakan tugas kita, ujar Direktur H. Muh. Toasin Asha mengawali sambutannya.  Dia juga menjelaskan, kegiatan ini juga sebagai bekal bagi kita untuk meningkatkan integritas dalam melaksanakan tugas sebagai aparatur sipil Negara (ASN). Saya sangat berharap bahwa sosialisasi zona integritas yang dilaksanakan di Politeknik Negeri Pontianak dapat mendorong pencegahan dalam penyimpangan pengelolaan keuangan Negara khuusnya dilingkungan Politeknik Negeri Pontianak. Dan ini sebagai bentuk kita mendukung pemerintah memerangi korupsi dilingkungan pemerintahan. Direktur berharap sosialisasi ini bisa membawa Politeknik Negeri Pontianak lebih maju dengan menerapkan prinsip birokrasi yang bersih khususnya di setipa kegiatan yang diselenggarakan di wilayah selingkung Polnep.

Direktur mengucapkan terima kasih dari Irjen Kemenristekdikti telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan pencerahan berkaitan dengan zona integritas. Dia juga berharap, seluruh peserta untuk mengikuti sampai selesai sehingga dapat menjadi pegangan dalam pengelolaan administrasi keuangan. Selain itu, kegiatan sosialisasi zona integritas diharapkan seluruh pegawai dilingkungan Politeknik Negeri Pontianak bisa meningkatkan profesionalitas dan tanggungjawabnya dalam menjalankan setiap tugas dan fungsi yang dimilikinya, serta terbebas dari perilaku kolusi, korupsi dan nepotisme dalam segala hal.

Di awal paparannya, inspektorat Kemenristekdikti Bapak Mohammad Hardik, Ak, MProf Ac, CA, QIA mengatakan apakah sudah ada upaya untuk mencegah terjadinya korupsi dilingkungan kerja. Apakah ada upaya-upaya peningkatan kualitas pelayanan, Ia juga memberikan gambaran tentang ukuran penilaian suatu instansi yang diantaranya adanya menajemen perubahan, adanya penataan tatalaksana, adanya penataan sistem manajemen SDM, adanya penguatan akuntabilitas kinerja diharapkan tidak terjadi atau minim korupsi.

(Erwandi – Pranata Humas Muda)