Langkah strategis Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagai satu-satunya Pusat Unggulan Iptek Garam (PUI Garam) untuk menjawab berbagai permasalahan kebutuhan garam nasional baik pangan maupun non pangan terus dilakukan. Peresmian Laboratorium Lapang PUI Garam UTM seluas 4 hektar yang secara langsung diresmikan oleh Kemenristekdikti Prof. H. Muhamad Nasir, Ph.D., Ak. Selanjutnya dikembangkan UTM menjadi Kawasan Sains dan Teknologi Garam (KST Garam) berupa pengembangan pengetahuan (knowledge development), pengembangan teknologi (technology development) dan pengembangan bisnis (business development) garam. Sehingga dari pengembangan tersebut akan terjadi peningkatan kesejahteraan petani garam dan kebutuhan garam nasional baik pangan ataupun non pangan.

Untuk mewujudkan langkah strategis tersebut, UTM sebagai Perguruan Tinggi Satuan Kerja (satker) tidak bisa mengerjakannya sendiri, sehingga membutuhkan stakeholder untuk mendukung dalam meningkatkan inovasi garam yang lebih baik. Dari hal tersebut UTM secara resmi menjalin kerjasama dengan UGM, Suzukatsu, Co. Ltd, dan PT. Anta Tirta Karisma untuk mengembangkan PUI Garam UTM menjadi KST Garam UTM yang secara bersama juga nantinya ikut berkolaborasi para Ahli Garam Indonesia pada pelaksanaannya.

Acara Penandatanganan Kerjasama antara UTM dengan UGM, UTM dengan Suzukatsu, Co. Ltd., UTM dengan PT. Anta Tirta Karisma dan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Pengembangan Kawasan Sain dan Teknologi Garam serta Pembentukan Konsorsium Garam” tersebut bertempat di Gedung Instansi Pengembangan Sumber Daya Air Laut, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan Desa Padegelan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan pada 28/09/2018.

Naskah Kerjasama antara UTM dengan UGM ditandatangani langsung oleh Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh Syarif, M.Si bersama Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D., Naskah Kerjasama UTM dengan Suzukatsu, Co., Ltd ditandatangani langsung Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh Syarif, M.Si., bersama CEO Suzukatsu, Co., Ltd Suzuki Yoshihiko, dan Naskah Kerjasama antara UTM dengan PT. Anta Tirta Karisma ditandatangani langsung oleh Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh Syarif, M.Si. bersama Presiden Direktur PT. Anta Tirta Karisma Anwar Kurniawan.

Acara yang dihadiri Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementrian Kelautan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwadi, S.T., Staf Ahli Menteri Kemaritiman Bidang Sosioantropologi Dr. Ir. Tukul Rameyo, M.T. beberapa Ahli Garam Indonesia diantaranya  Prof. Dr. Dra. Yety Rochwulaningsih, M.Si., dari Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech. dari Universitas Indonesia, Mohammad Khotib, S.Si., M.Si., dari Institut Pertanian Bogor, dari Universitas Gajah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Disamping itu, acara yang buka dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pemekasan Raja’e, S.H.I. tersebut turut hadir para undangan meliputi Rektor se-Kabupaten Pamekasan, BUMN, SKPD terkait, LSM, tokoh masyarakat, pelaku bisnis garam dan para Dekan di lingkungan UTM.

Dalam sambutannya, Raja’e mengatakan bahwa terselenggaranya acara tersebut menjadi salah satu kehormatan bagi Kabupaten Pamekasan dalam rangka modernisasi teknologi untuk petani garam, sebab menurutnya akan lahir gagagsan-gagasan baru dari para ahli yang bisa menjadi landasan kebijakan yang akan diambilnya dalam memimpin Kabupaten Pamekasan yang baru saja dilantik sebagai Wakil Bupati.

“kami mengucapkan banyak terima kasih adanya acara ini,  sebab kami yakin dari acara ini akan lahir gagasan–gagasan baru dari para ahli, tokoh dan pemerintah yang berkaitan dengan modernisasi teknologi garam atau hal-hal lain yang berkaitan dengan bidang-bidang kelautan. Kami berharap acara ini dapat membawa manfaat, sehingga hasil dari acara ini dapat menjadi pertimbangan dan landasan  strategis kami dalam mengambil kebijakan di Kabupaten pamekasan” Turturnya

Sementara itu, setelah dibuka dan dilanjutkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), dalam Forum Group Discussion (FGD) Dr. Machfud Efendy, S.P., M.P sebagai Direktur PUI Garam UTM menyampaikan langkah strategis UTM untuk menjadikan Laboatorium Lapang PUI Garam UTM sebagai Kawasan Sains dan Teknologi Garam (KST Garam) yang memadukan antara pengetahuan, teknologi dan bisnis dalam rangka mewujudkan kesejahteraan petani garam dan swasembada garam baik pangan maupun non pangan.

Disesi yang sama, mewakili industri Suzuki Yoshihiko CEO Suzukatsu, Co., Ltd memberikan pandangannya bagaimana membangun industri yang mensejahterakan pada petani garam. Pertama kita harus memikirkan bagaimana petani tetap bisa memproduksi garam meski dalam keadaan apapu. Kedua memanfaatkan teknologi tradional dan alam namun tetap menghasilkan garam yang baik. Ketiga, membangun pola pikir masyarakat atau petani garam, bagaimana garam menjadi ladang bisnis utama bagi masyarakat. Hal tersebutlah yang menjadi fokus Suzukatsu, Co., Ltd dalam membangun industri garam dan membantu kesejahteraan masyarakat petani garam.

Menyambung diskusi, Presiden Direktur PT. Anta Tirta Karisma Anwar Kurniawan menyampaikan kesiapannya dalam membantu KST Garam UTM pada penyediaan teknologi yang dikembangkan PT. Anta Tirta Karisma. Disamping itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. juga menyampaikan kesiapan UGM untuk membantu KST Garam UTM di bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi sebagai komitmen UGM pada kedaulatan teknologi.

Mendukung langkah strategis KST Garam UTM, Himpunan Ahli Garam Indonesia (HAGI) yang diwakili Prof. Dr. Dra. Yety Rochwulaningsih, M.Si., dari Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech. dari Universitas Indonesia, Mohammad Khotib, S.Si., M.Si., dari Institut Pertanian Bogor secara bersama mengatakan akan berpartisipasi dalam pengembangan KST Garam UTM ke depan.

Mewakili pemerintah, Staf Ahli Menteri Kemaritiman Bidang Sosioantropologi Dr. Ir. Tukul Rameyo, M.T. menyampaikan bahwa tidak ada kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah pada upaya yang dilakukan oleh KST Garam UTM dalam pengembangan inovasi garam untuk swasembada, namun demikian pemerinta tetap mendukung hal positif yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Terangnya

Ditemui di tempat terpisah, Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh Syarif, M.Si., menyampaikan bahwa diselenggarakannnya acara tersebut sebagai tindak lanjut dari peresmian Laboraturium Lapang Pusat Unggulan Iptek Garam (PUI Garam) UTM yang diresmikan oleh Kemenristekdikti. Selanjutnya Laboraturium Lapang PUI Garam UTM dikembangkan sebagai Kawasan Sains dan Teknologi Garam (KST Garam) yang merupakan inisiatif strategis UTM dalam pengembangan pengetahuan (knowledge development), pengembangan teknologi (technology development) dan pengembangan bisnis (business development) garam bagi terwujudnya kemandirian pergaraman nasional Terangnya.

Lebih lanjut Muh Syarif menyampaikan hadirnya para ahli dari Himpunan Ahli Garam Indonesia (HAGI) yang di antaranya adalah Prof. Dr. Dra. Yety Rochwulaningsih, M.Si dari Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech. dari Universitas Indonesia dan Mohammad Khotib, S.Si., M.Si. dari Institut Pertanian Bogor. Diharapkan nantinya para ahli tersebut dapat membantu KST Garam untuk mengangkat nilai ekonomi para petani garam, terutama mengenai kesejahteraan masyarakat. Di samping itu, keberadaan KST Garam juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan garam nasional baik pangan maupun non pangan, yang harapannya dapat swasembada. Imbuhnya.