Mengkreasikan metode pengajaran di sekolah bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan  bagi seorang guru, khususnya dalam bidang IPA atau  Sains Teknologi, terlebih lagi dengan sistem kurikulum yang berlaku saat ini di Indonesia, dimana pembelajaran di sekolah membutuhkan suatu metode yang membuat anak didik dapat memahami suatu hal yang lebih nyata dalam konsep kehidupan sehari-hari. Penerapan sistem kurikulum ini akhirnya  menuntut guru untuk lebih kreatif dalam  membuat sebuah media pembelajaran yang membuat anak didik memahami sains secara lebih konkret tanpa rumus-rumus IPA yang rumit untuk dipahami.

Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) yang dikenal sebagai sebuah science center dibawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) merupakan suatu wadah pendidikan sains non formal yang bertugas dalam mengkomunikasikan dan membudayakan sains dan teknologi kepada seluruh masyarakat melalui peragaan dan kegiatan sains yang interaktif dan menarik. Tujuannya agar masyarakat, khususnya anak didik generasi muda dapat memahami iptek secara lebih mudah dan terhibur agar tidak ada lagi pemikiran-pemikiran bahwa mempelajari dan memahami sains adalah hal yang menyulitkan dan rumit.

Sebagai science center yang berperan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap sains dan teknologi serta sebagai mitra dari pendidikan formal, PP-IPTEK menyadari bahwa banyak permasalahan yang dihadapi pada pendidikan di Indonesia saat ini, salah satunya bagaimana sekolah menerapkan sistem kurikulum yang berlaku kepada anak didik agar mereka dengan mudah dapat memahami sains. Kompetensi dan kreativitas seorang guru sebagai agen perubahan dalam menghantarkan ilmu pengetahuan kepada anak didik pun sangat perlu untuk ditingkatkan. Oleh karena itu PP-IPTEK mengadakan sebuah program pelatihan bagi guru-guru, khususnya guru bidang IPA atau sains yang diselenggarakan di seluruh Indonesia.

Pelatihan guru kali ini diselenggarakan bagi guru-guru tingkat SMP di Provinsi Riau pada hari Rabu, 8 Agustus 2018 dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan mengambil tema “Science Center sebagai Media Pembelajaran Sains di Sekolah. Sebanyak 50 sekolah di kota Pekanbaru ikut serta dalam pelatihan ini dengan gembira karena materi yang dibawakan oleh narasumber bukan hanya mengkaji konsep sains secara teoritis namun peserta lebih banyak melakukan praktek langsung dalam membuat media pembelajaran IPA dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan mudah ditemukan disekitar mereka, sehingga guru-guru yang ikut serta dalam pelatihan ini dapat mencoba kembali di sekolah percobaan-percobaan yang telah mereka lakukan selama pelatihan.

Beberapa percobaan sains yang menjadi ciri khas science center, khususnya PP-IPTEK juga ditampilkan pada pelatihan ini, seperti percobaan konsep elastisitas, tekanan, dan konsep panas yang ditampilkan oleh demonstrator PP-IPTEK dengan sangat menarik dan spektakuler. Para peserta pun merasakan kekaguman pada percobaan-percobaan sains yang ditampilkan oleh tim dari PP-IPTEK. Tak lupa juga beberapa games dan ice breaking tentang sains juga ditampilkan untuk membuat suasana pelatihan menyenangkan dan tidak membosankan. Percobaan dan permainan sains ini juga dapat dilakukan oleh guru peserta pelatihan untuk membuat suasana belajar di sekolah menjadi menyenangkan dan merangsang keingintahuan anak didik terhadap sains. selain itu dengan percobaan dan permainan sains dapat memotivasi anak didik dalam belajar sains lebih giat lagi.

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan atas kerjasama antara PP-IPTEK, Kemenristekdikti dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Balitbang Provinsi Riau dan Universitas Riau dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) yang ke-23 di Provinsi Riau yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 10 Agustus.

Harapannya dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat memberikan pencerahan dan pengayaan kepada guru-guru sains di provinsi Riau dalam menghadapi peliknya sistem pendidikan di Indonesia.

Program pelatihan ini pun sekaligus memperkenalkan aktivitas apa saja yang dilakukan oleh sebuah science center yang rencananya pada tahun 2019 mendatang akan didirikan sebuah science center di provinsi Riau atas inisiasi dari PP-IPTEK,  Kemenristekdikti dan Pemerintah Provinsi Riau. (Humas PP-IPTEK)