Dalam rangka mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional, Kepala BPPT Unggul Priyanto melalukan kunjungan guna melihat progres pembangunan pilot project PLTSa BPPT di Bantar Gebang, Bekasi (17/08). Dikesempatan tersebut Unggul mengatakan agar implementasi dari project ini diharapkan sesuai dan berhasil dari yang direncanakan dan ditargetkan.

Dia juga menegaskan jangan ada keterlambatan serta kesalahan dalam administrasi maupun teknis dilapangan. Semoga project ini kedepannya akan sukses, kata Unggul.

Sementara, Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho menjelaskan penggunaan teknologi termal untuk pengolahan sampah sudah tepat, signifikan dan ramah lingkungan serta dapat menghasilkan produk samping yakni listrik.

Dikatakan Rudi, pilot project PLTSa ini dibuat kompak dan tertutup rapi guna mengubah citra pengolahan sampah yang kumuh menjadi lebih baik, sehingga dapat menjadi lokasi pusat studi tentang sampah dan wisata.

Lanjutnya, Rudi juga memaparkan bahwa kegiatan serta progres yang telah berlangsung sampai dengan Agustus ini 48,63%. Diharapkan pada 31 Desember 2018 ini dapat segera rampung dan beroperasional, jelas Rudi.

Sebagai informasi, pembangunan Pilot Project Pengolahan Sampah Proses Termal ini merupakan tindak lanjut dari kontrak kerja sama antara BPPT dengan penyedia Jasa ( PT.Indo Marine ) dan konsultan manajemen konstruksi ( PT. Indah Karya ) yang telah ditanda tanganin pada10 April 2018 lalu.

Kontrak pekerjaan pilot project PLTSa ini dilakukan secara EPC (Enginerring, Procurement, dan Construction ) dengan bobot pekerjaan 10 % untuk enginerring, 70% procurement, 20 % untuk construction dan comissioning dengan target penyelesaian pada 31 Desember 2018.

Pada kunjungan tersebut juga dihadiri Direktur PT. Indonesia Marine, Direktur PT. Indah Karya (konsultan MK) serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi DKI (Kepala TPST Bantargebang) serta tenaga ahli dan para perekayasa BPPT. (Humas/HMP)