Gempa bumi merupakan fenomena alam yang saat ini tengah menjadi perhatian. Kita tidak pernah tahu kapan datangnya, dan bagaimana cara menghentikannya. Untuk itu, Masyarakat Standardisasi Indonesia (Mastan) Jawa Timur mengadakan diskusi panel dengan tema ”Penerapan SNI Bangunan Tahan Gempa Sebagai Upaya Menuju Industri 4.0” dalam rangkaian peringatan Bulan Mutu Nasional di Gran City Convention and Exhibition, Surabaya, pada Kamis (26/10).

Penting bagi masyarakat untuk tidak hanya mengenal gempa sebagai bencana, tapi mengenal baik apa dan bagaimana mengenal gempa serta langkah cerdas mengatasinya. Hal ini membuka kemungkinan pengembangan standar-standar yang ada, khususnya standar bangunan tahan gempa. “Forum ini sebagai langkah kecil untuk meningkatkan kepedulian kepada masyarakat, khususnya untuk mengenal standar bangunan tahan gempa yang dapat menekan resiko gempa sekecil mungkin,” ujar Ketua Umum Mastan, Supandi.

Kepala Badan Standardisasi Nasional, Bambang Prasetya mengatakan, Mastan merupakan salah satu aspek penting dalam mengembangkan standar. “Mastan sangat penting keberadaannya karena di sini terlibat para pakar dengan segudang pengalaman yang dapat mengembangkan standardisasi di Indonesia,” ujar Bambang.

Tren global hanya dapat dikejar oleh Indonesia dengan mengikuti standar. Diharapkan, forum ini dapat menjadi langkah untuk mengembangkan standar di Indonesia, serta nantinya dapat memberikan influence kepada masyarakat untuk menerapkan standar. (ald-humas)