Malang- Jumat siang 14 September 2018, Prodi Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia kedatangan tamu istimewa, seorang Pakar Telematika Indonesia, Onno W. Purbo, Ph.D.

Beliau hadir sebagai narasumber dalam Kegiatan Overseas Technical Asisstant Kurikulum Prodi Ilmu Perpustakaan 2018 yang berlangsung selama dua hari, tanggal 14 dan 15 September 2018.

Review Kurikulum ini dilaksanakan untuk menyambut era Revolusi Industri 4.0 dan nomenklatur program studi baru yang sudah diatur dalam Keputusan Kemenristekdikti Nomor 257/M/KPT/2017, bahwa Prodi Ilmu Perpustakaan berubah menjadi Perpustakaan dan Sains Informasi masuk dalam Rumpun Ilmu Terapan (Profession and Applied Sciences)- Sains Informasi (Information Science).

Bertempat di Ruang Rapat Dosen Jurusan Sastra Indonesia Gedung Fakultas Sastra E7 Lantai 1 dihadiri oleh sekitar 30 orang, para dosen Prodi Ilmu Perpustakaan, perwakilan stakeholder yaitu Bapak Santoso Mahargono perwakilan dari Perpustakaan Kota Malang yang sekaligus sebagai Ketua Forum Taman Baca Masyakarat Malang Raya, Ibu Dhiana Ratih Andari, Kepala Perpustakaan SMKN 3 Kota Malang,dan Bpk Drs. Soegeng Armadi, M.Pd, Kepala Perpustakaan SMAN 8 Kota Malang. Hadir juga perwakilan alumni S1 Ilmu Perpustakaan yaitu Tri Lilik Subiyanti, S.Ptk, Pustakawan Poltekom dan Achmad Qorni Novianto, S.Ptk, Pustakawan Perpustakaan Pusat UM.

Dalam hari pertama, Pak Onno yang pernah menjadi Kepala Perpustakaan ITB, memberikan paparannya terkait tantangan pendidikan tinggi di era Revolusi Industri 4.0.

Beliau menekankan hendaknya perguruan tinggi dapat memanfaatkan teknologi untuk masyarakat lebih luas dan mengambil peran penting sesuai visi misi prodi agar masyarakat merasakan keberadaan pendidikan tinggi, “Tantangan untuk Prodi Ilmu Perpustakaan ialah bagaimana mengelola konten digital tidak hanya terpacu pada buku. Bahwa teknologi di perpustakaan jangan hanya berhenti pada katalog tetapi lebih dari itu bagaimana konten yang ada dalam buku atau ebook dapat ditemukan. Jadi di era sekarang sudah bukan manajemen pengetahuan (knowledge management), tapi bagaimana caranya mengekstrak pengetahuan (knowledge extraction)”.

“Konsep-konsep seperti Artificial Intelegent dapat juga diterapkan oleh pustakawan sebagai mitra peneliti untuk meramalkan penelitian apa yang sedang trend ke depan dengan memanfaatkan data yang sudah ada di perpustakaan.” lanjutnya

Beliau menyarankan agar kurikulum Prodi Ilmu Perpustakaan mulai bersentuhan dengan teknologi dan memperluas kajian perpustakaan yang tidak hanya fokus pada library housekeeping, tetapi berfikir luas tanpa batas bahwa informasi tidak hanya tertera pada tumpukan buku, tetapi informasi dapat berada dimana saja, misalnya pada media sosial.

Masukan positif dilontarkan oleh masing-masing stakeholder, bahwa alumni sudah siap pakai dan mampu memberikan suntikan energi di tempat kerja mereka. Namun ada beberapa catatan yang perlu digarisbawahi yaitu mahasiswa hendaknya dibekali kemampuan untuk berinovasi yang tidak hanya fokus pada kegiatan rutinitas tetapi berfikir out of the box semisal, memiliki kemampuan jurnalistik, partisipasi aktif dalam kegiatan literasi di masyarakat.

Di akhir forum Pak Onno berharap agar apapun yang dikerjakan Prodi Ilmu Perpustakaan selalu bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat yang lebih baik, tak lupa juga memberikan suntikan semangat untuk selalu produktif.

“Kalau ingin mengubah orang dengan cepat, tulislah buku”

“Di era sekarang, semua orang akses Youtube, buatlah konten”.

 

Sumber berita http://www.um.ac.id/content/page/2/2018/09/overseas-technical-asisstant-kurikulum-prodi-ilmu-perpustakaan-2018-hadirkan-onno-w-purbo