Satu tim ekspedisi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UI sukses menemukan tujuh belas mulut gua tersembunyi di kawasan karst Pegunungan Arfak, Papua Barat. Penemuan tersebut berhasil dihimpun usai tim turun lapangan di Distrik Testega.

Penelusuran dilakukan oleh tiga anggota Mapala UI, satu mahasiswa Universitas Papua, dan satu mahasiswa Institut Kesenian Jakarta sebagai penanggung jawab dokumentasi.

Selama enam hari, tim telusur gua berhasil melalui berbagai tantangan medan yang lumayan ekstrem, seperti tebing-tebing dan cerukan-cerukan yang mendominasi jalur.

Abdurrahman Aslam, anggota Mapala UI yang bertindak sebagai penanggung jawab teknis tim menyebut bahwa timnya telah mengetahui kondisi medan yang sulit melalui citra satelit seperti cekungan tertutup, sungai yang terputus, hingga lubang hitam.

“Mulut-mulut gua di kawasan karst Testega ini sebagian besar tertutup tanah dan dedaunan ketika pertama kali ditemukan,” ujarnya.

Melalui penemuan ini, Mapala UI menjadi tim pertama yang menembus kawasan kawasan karst di Distrik Testega. Gua-gua yang diinventarisasi pun sebelumnya belum pernah ditemukan oleh tim lain.

Saat ini, tim telusur gua telah bergabung dengan tim besar Ekspedisi Bumi Cenderawasih di Manokwari, Papua Barat, guna menyusun laporan rekomendasi yang akan dipresentasikan di hadapan para pemangku kepentingan pariwisata Papua Barat dalam acara diskusi pada Senin (27/8). Acara diskusi diharapkan dapat mengangkat aneka potensi pariwisata minat khusus yang tersembunyi di Provinsi Papua Barat.

Sebelumnya, Mapala UI telah memberangkatkan empat tim melalui Ekspedisi Bumi Cenderawasih yang telah dimulai sejak tanggal 9 Agustus 2018, yakni tim arung jeram, paralayang, telusur gua, serta tim bakti sosial kesehatan ke Kabupaten Manokwari dan Pegunungan Arfak.

sumber: http://www.ui.ac.id/berita/mapala-ui-temukan-gua-tersembunyi-di-papua-barat.html