Surabaya, 25 Oktober 2018
Program pendidikan Magister Manajemen Teknologi (MMT) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, kembali membuka bidang keahlian baru yakni Analitika Bisnis, Kamis (25/10), di gedung Departemen Manajemen Teknologi ITS, Kampus Tjokroaminoto.

Untuk mendukung dibukanya bidang keahlian baru tersebut, pihak MMT ITS juga menyelanggarakan seminar yang bertajuk Business Analytics; A New Source of Competitive Advantage. Seminar mengenai analitik bisnis ini ditujukan untuk mengawali pengetahuan baru seiring dibukanya bidang keahlian Analitika Bisnis di MMT ITS.

Kepala Departemen Manajemen Teknologi, Prof Ir I Nyoman Pujawan MEng PhD mengatakan,
bidang Analitika Bisnis dipilih lantaran adanya permintaan pasar yang besar. Namun, sayangnya tidak banyak perguruan tinggi yang membuka peminatan ini. Tak ayal, di Indonesia, ia mengatakan, MMT ITS menjadi yang pertama membuka bidang keahlian ini.

Pria yang biasa disapa Nyoman ini juga menuturkan, kehadiran Analitika Bisnis ini melengkapi bidang keahlian yang sudah ada sebelumnya di Departemen Manajemen Teknologi ITS yang terakreditasi A ini. Bidang tersebut antara lain, Manajemen Rantai Pasok, Manajemen Proyek, Manajemen Bisnis Maritim, Manajemen Teknologi Informasi, dan Manajemen Industri. “Kebetulan pendaftaran mahasiswa baru kita buka hari ini,” ujarnya.

Nyoman juga menuturkan, banyak aktivitas terkait analisis data di dunia pekerjaan. Salah satunya adalah, dalam hal membantu perusahaan mengambil keputusan yang terbaik. Ia mencontohkan, untuk mengambil patokan harga suatu barang misalnya, dibutuhkan data yang banyak dan proses pengolahan yang rumit. “Contohnya dynamic pricing (naik turun harga, red), yang merupakan salah satu aplikasi dari data analitik untuk memaksimalkan pendapatan bisnis,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, MMT ITS dengan cepat merespon fenomena ini dengan membuka bidang keahlian baru yang perkuliahannya akan dimulai pada awal 2019 nanti. Adapun pendaftaran dibuka hingga tanggal 30 November 2018. Sedangkan untuk ujian seleksi masuknya akan diselenggarakan pada tanggal 08 Desember 2018 dan hasil seleksi diumumkan pada tanggal 15 Desember 2018. “Bisa dibilang ini salah satu profesi yang sangat penting dan dalam tanda kutip seksi, gajinya besar dan diisi anak-anak muda yang cerdas,” terang doktor lulusan Lancaster University Inggris ini.

Menurut Nyoman, kalau hanya bermain algoritma dan mengolah data saja tidaklah cukup. Tapi harus ada kemampuan untuk mentransformasikan data tersebut menjadi sebuah bisnis. Ia kembali mencontohkan, di platform bukalapak misalnya, ada lebih dari 1,6 juta data. Artinya, data yang harus diurus oleh perusahaan ini begitu luar biasa besarnya. “Ada data yang terstruktur dan tidak, ada yang baik dan yang tidak, tergantung bagaimana memaksimalkannya,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD dalam sambutannya mengatakan bahwa zaman sedang mengalami perubahan yang luar biasa pesatnya. “Namun tidak ada yang sadar bahwa kita sedang berada di zaman yang berbeda, dan harus melakukan adaptasi,” ujar Joni.

Sebabnya, lanjut Joni, ITS sudah memiliki sepuluh strategi untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0. Salah satunya, ITS sedang berusaha mengatur kurikulum agar mahasiswa bisa melakukan magang bahkan untuk jangka waktu satu tahun penuh. “Karena belajar tidak hanya di bangku kuliah. Juga agar mereka fokus belajar subjek-subjek tertentu. Dan dari segi kemampuan akan semakin terasah,” ujar Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS tersebut.

Menurutnya, ketika bicara tentang revolusi industri 4.0 dan ekosistemnya, kita harus bisa memahami bagaimana orang-orang sukses ini bekerja. “Semuanya serba cepat, serba internet, dan serba visual. Semua proses berlangsung, dan sekarang merambah dunia bisnis,” tegas pria yang juga menjadi dosen di Departemen Teknik Lingkungan ITS ini.

Sehingga, tambah Joni, tidak perlu menunggu tua dan modal banyak untuk mengembangkan bisnis tipe ini. Inilah yang menurutnya harus disikapi dalam menentukan keputusan. “Saya menyambut baik pembukaan bidang keahlian baru ini dan saya berharap MMT bisa menjadi leading (terdepan, red) dalam bidang keahlian ini. Tidak menutup kemungkinan akan dijadikan program studi nantinya,” tutupnya. (HUMAS ITS)