Politeknik Negeri Pontianak maju selangkah lagi dalam meningkatkan kualitas lulusannya. Dan ini merupakan komitmen pimpinan dan jajarannya, agar lulusan Politeknik Negeri Pontianak memiliki ijazah namun memiliki sertifikasi keahlian. Dan lulusannya memiliki keahlian lebih dari lulusan perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Dengan dimilikinya keahlian lebih tersebut, diharapkan seluruh lulusan Politeknik Negeri Pontianak dibutuhkan dan diserap oleh dunia kerja, baik industri, BUMN, BUMD maupun sektor industri lainnya yang ada di Kalimantan khususnya dan Indonesia umumnya.

Pada tahun 2017, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor KEP. 0795/BNSP/VIII/2017 tentang Lisensi Kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Politeknik Negeri Pontianak tanggal 3 Agustus 2017, Politeknik Negeri Pontianak memiliki 11 (sebelas) skema sertifikasi. Skema yang terlisensi berasal dari jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan dan jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, ungkap Muflihah Ramadhia Ketua LSP Politeknik Negeri Pontianak.

Memasuki tahun 2018 LSP P1 Polnep mengajukan penambahan ruang lingkup skema kompetensi sebanyak 13 skema. Skema-skema baru tersebut diajukan oleh jurusan-jurusan di lingkungan Politeknik Negeri Pontianak, yaitu Teknologi Pertanian, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, Akuntansi dan  Ilmu Kelautan dan Perikanan, ungkapnya lebih lanjut. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengakomodir kegiatan sertifikasi para peserta didik di lingkungan Politeknik Negeri Pontianak, sehingga lulusan selain ijazah juga memiliki surat pendamping ijazah berupa sertifikat kompetensi. Ditegaskannya, bahwa Mekanisme yang dilakukan dalam proses mendapatkan lisensi skema baru yang diajukan adalah membuat dan mengirimkan dokumen-dokumen dan persyaratan pengajuan skema baru. Selanjutnya, dokumen-dokumen tersebut akan diverifikasi dan diplenokan di BNSP. Jika hasil pleno menyatakan semua syarat terpenuhi maka akan terbit SK Lisensi skema-skema baru yang diajukan.

Muflihah menjelaskan, kegiatan yang diikuti ini adalah dilaksanakannya uji kompetensi dengan penyaksian oleh BNSP. Semua tahapan telah dilakukan, berdasarkan hasil rapat pleno dan witnesses LSP P1 Politeknik Negeri Pontianak mendapatkan lisensi, dengan Surat Keputusan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor Kep 0912/BNSP/VIII/2018, untuk 13 skema baru yang diajukan yaitu (1) Skema Sertifikasi Quality Control Pembekuan Udang (2) Skema Sertifikasi Perencanaan Sistem Penerapan Manajemen Keamanan Pangan (3) Skema Sertifikasi Asisten Kebun Kelapa Sawit (4) Skema Sertifikasi Pengujian Proksimat (5) Skema Sertifikasi Foreman Pengolahan Minyak Kelapa Sawit (6) Skema Sertifikasi Teknisi Laboratorium (7) Skema Sertifikasi Systems Programmer (8) Skema Sertifikasi Pengelasan SMAW (MMAW) Satu (9) Skema Sertifikasi Pengelasan SMAW (MMAW) Dua (10) Skema Sertifikasi Juru Gambar Arsitektur (11) Skema Sertifikasi Jabatan Kerja Arsitek (12) Skema Sertifikasi Perencana Tata Bangunan dan Lingkungan (13) Skema Sertifikasi Teknisi Akuntansi Madya.

Lebih lanjut dijelaskannya, kegiatan ini bertujuan untuk mengakomodir proses lisensi dan verifikasi skema-skema baru di LSP P-1 Politeknik Negeri Pontianak oleh BNSP, khususnya proses asesmen dan witnesses pihak BNSP ke LSP P-1 Politeknik Negeri Pontianak. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terlisensi dan terverifikasinya skema-skema baru yang ada di LSP P-1 Politeknik Negeri Pontianak oleh BNSP. Dia juga menungkapkan bahwa saat ini sedang diajukan skema baru diantaranya : Skema Pengawas Mutu (QC) Pembekuan Udang, Perencanaan Sistem Penerapan Manajemen Keamanan Pangan, Asisten Kebun Kelapa Sawit, Pengujian Proksimat, Foreman Pengolahan Minyak Kelapa Sawit dan Teknisi Laboratorium.

Kegiatan Pengajuan Lisensi dan Witness Skema Kompetensi dilakukan selama 2 (dua) bulan yaitu Agustus hingga Oktober 2018. Adapun pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan asesmen kompetensi pertama skema baru dengan penyaksian (witnesses) dari BNSP dilakukan pada tanggal 13 dan 14 September 2018. Pelaksanaan kegiatan Pengajuan Lisensi dan Witness Skema Kompetensi bertempat di LSP-P1 Polnep dan TUK-TUK di lingkungan Politeknik Negeri Pontianak.

Muflihah menjelaskan, target capaian kegiatan ini yaitu terlisensi dan terverifikasinya skema-skema baru yang ada di LSP P-1 Politeknik Negeri Pontianak oleh BNSP. Dengan adanya kegiatan ini jumlah skema baru yang dilisensi dari BNSP berjumlah 13 skema yang tidak hanya dari jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan dan Teknologi Perkebunan melainkan juga berasal dari Jurusan Arsitektur, Akuntansi, Teknik Mesin dan Teknik Elektro.  13 skema tersebut diantaranya: Skema Sertifikasi Teknisi Akuntansi Madya, Skema Sertifikasi Pengawas Mutu (Quality Control) Pembekuan Udang, Skema Sertifikasi Perencanaan Sistem Penerapan Manajemen Keamanan Pangan, Skema Sertifikasi Asisten Kebun Kelapa Sawit, SkemaSertifikasi Pengujian Proksimat, Skema Sertifikasi Foreman Pengolahan Minyak Kelapa Sawit, Skema Sertifikasi Teknisi Laboratorium, Skema Sertifikasi Systems Programmer, Skema Sertifikasi Pengelasan SMAW (MMAW) Satu, Skema Sertifikasi Pengelasan SMAW (MMAW) Dua, Skema Sertifikasi Juru Gambar Arsitektur, Skema Sertifikasi Jabatan Kerja Arsitek dan Skema Sertifikasi Perencana Tata Bangunan dan Lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan 13 s.d 14 September 2018 dan pelaksanaan ujinya sampai tanggal 28 September 2018.  Kegiatan ini dihadiri oleh pihak BNSP yaitu : Rambun Sumardi dan Tengku Suriansjah.

(Erwandi – Pranata Humas Muda)