Salah satu ancaman potensial yang mungkin terjadi saat diselenggarakannya IMF – World Bank Annual Meeting 2018 yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada tanggal 8-14 Oktober 2018 adalah ancaman terorisme dengan menggunakan bahan radioaktif. Guna mengantisipasi ancaman ini, BAPETEN melalui Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (DKKN) melakukan Koordinasi dan Workshop Keamanan Nuklir dalam rangka persiapan penerapan keamanan nuklir pada Major Public Event (MPE) IMF – WB Annual Meeting 2018 yang diselenggarakan di Denpasar, Bali 19 – 20 September 2018.

Hadir dalam kegiatan ini adalah perwakilan dari Satuan Brimob Polda Bali, Biro Operasi Polda Bali, Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Bali, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, Kedokteran dan Kesehatan Polda Bali, Laboratorium Forensik Polda Bali, Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan.

Turut hadir pada kegiatan ini adalah Komandan Satuan Brimob Polda Bali, Kombes. Yopie Indra P.S. Sepang, yang pada kesempatan ini juga memberikan arahan dan juga paparan terkait dengan rencana pengamanan IMF – WB Annual Meeting 2018. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu dilakukan audiensi antara Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir, Dedik Eko Sumargo dengan Komandan Satuan Brimob Polda Bali, Kombes. Yopie Indra P.S. Sepang. Tujuan dari audiensi ini sendiri adalah untuk saling berkoordinasi dan bekerjasama terkait dengan rencana pengamanan pada IMF – WB Annual Meeting 2018.

SAMSUNG CSCKoordinasi dan Workshop Keamanan Nuklir ini dibuka oleh Direktur DKKN, Dedik Eko Sumargo dan didampingi Kepala Subdirektorat Keteknikan, Zulkarnain. Dalam sambutan saat pembukaan, Dedik mengatakan bahwa pertemuan hari ini menjadi sangat penting karena terkait dengan komitmen pemerintah Indonesia ke dunia internasional mengenai keamanan nuklir. Hal ini tidak lain dikarenakan bahwa setiap kegiatan publik/MPE, yaitu kegiatan yang melibatkan banyak orang, harus mempertimbangkan keamanan, mengingat adanya perkembangan ancaman keamanan di dunia saat ini, khususnya keamanan nuklir.

Dedik menyampaikan, bahwa kecenderungan sabotase belakangan ini sudah menunjukkan trend ke arah yang mengancam keamanan nasional, sehingga sudah waktunya untuk di-akselerasi peningkatan kewaspadaan. Selain itu kemampuan personil kepolisian harus segera ditingkatkan terkait dengan ancaman terbaru saat ini yang sudah mengarah ke penggunaan dirty bomb dengan menggunakan radioaktif sebagai pengotornya. Peningkatan kemampuan para personil kepolisian ini sangat penting guna membangun kewaspadaan dan kepedulian serta membekali para personil saat bekerja di lapangan. Selain untuk menjamin keselamatan dan keamanan mereka dalam menunaikan tugasnya hal itu juga bertujuan menjaga keselamatan masyarakat terhadap bahaya radiasi yang tidak diinginkan khususnya yang disebabkan oleh aksi terorisme.

SAMSUNG CSCUntuk mencapai tujuan tersebut, lanjut Dedik, BAPETEN sudah melakukan langkah-langkah strategis baik tingkat pusat maupun daerah. Salah satu langkah yang telah dilakukan oleh BAPETEN adalah dengan cara membangun sistem keamanan nuklir dan kesiapsiagaan nuklir di tingkat nasional.

Kegiatan yang diberikan selain materi juga diisi dengan praktek deteksi radiasi, pengamanan personil yang disangka membawa radioaktif saat pengamanan di lokasi, tehnik investigasi ketika terjadinya alarm saat dilakukan monitoring dan cara berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat di lokasi kegiatan. Pada kesempatan ini juga dilakukan uji coba detektor radiasi yang dimiliki oleh Labfor Polda Bali dan juga Subden KBR Gegana Brimob Polda Bali. Hal ini dilakukan untuk mengecek apakah detektor radiasi tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidak, mengingat selama ini mereka tidak memiliki sumber standar untuk menguji detektor ini.

SAMSUNG CSCDedik Eko Sumargo, dalam sambutan penutupan mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas keseriusan dan komitmen dari semua peserta workshop. “Apa yang sudah disampaikan selama workshop semoga dapat bermanfaat dalam melaksanakan tugas Polri secara umum dan khususnya dalam pengamanan IMF – WB Annual Meeting 2018?, tegas Dedik.BAPETEN tidak bisa bertugas secara sendiri dalam melaksanakan tugas ini, oleh karena itu BAPETEN harus berkoordinasi dan bekerjasama dengan petugas lokal, selain itu Dedik juga menambahkan DKKN siap memberikan bantuan setiap saat jika para pemangku kepentingan memerlukan. Pada akhir sambutan Dedik menambahkan bahwa prinsip proteksi radiasi yang dipelajari selama pelatihan ini agar bisa diterapkan saat bekerja dengan radiasi.[dkkn/bho/sph]

SAMSUNG CSC

sumber: https://www.bapeten.go.id/?p=75574