Jakarta – Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof. Intan Ahmad, Ph.D, telah menandatangani kerja sama dengan Tanoto Foundation untuk peningkatan mutu perkuliahan calon guru di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang lebih menekankan pada praktik. Termasuk mengintegrasikan peningkatan mutu sekolah mitra LPTK dengan perkuliahan calon guru.

“Saya sudah lama mengetahui kontribusi Tanoto Foundation dalam pendidikan di Indonesia. Ditjen Belmawa dengan hati dan tangan terbuka menyambut baik tawaran kerja sama dari Tanoto Foundation. Integrasi LPTK dengan sekolah sangat penting dan dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar,” kata Prof. Intan Ahmad, Ph.D, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti beberapa waktu lalu.

Hari ini program pendidikan dasar Tanoto Foundation diresmikan di Gedung A Kemendikbud. Program ini bernama PINTAR atau atau Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran, berfokus pada tiga pendekatan, yaitu membangun praktik-praktik baik pembelajaran, manajemen dan kepemimpinan sekolah, mendukung pemerintah menyebarluaskan praktik-praktik baik, dan mendukung Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam pendidikan calon guru.

“PINTAR dirancang untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui program penguatan kapasitas pengelolaan dan kepemimpinan sekolah, peningkatan kualitas guru, serta partisipasi orang tua dan masyarakat. Kami di Tanoto Foundation percaya bahwa pendidikan berkualitas akan mempercepat munculnya kesetaraan peluang. Keyakinan kami turut diperkuat dengan hasil penelitian Mc Kinsey tahun 2017 bahwa program peningkatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah berdampak besar bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia,” kata anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Belinda Tanoto, di Jakarta (28/9/2018).

“Tantangan pendidikan, terutama di tingkat madrasah, di abad 21 ini semakin kompleks. Kerja sama ini merupakan salah satu cara untuk menyiapkan anak didik agar lebih berkualitas, terutama dalam pembelajaran. Kami berharap kerja sama ini bisa meningkatkan motivasi para pendidik untuk semakin baik,” ujarnya

Program PINTAR atau Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran yang dikerja samakan dengan Kemenristekdikti dan diluncurkan pada hari ini merupakan program pendidikan yang dikembangkan oleh Tanoto Foundation. Program yang dibiayai secara filantropis oleh Sukanto dan Tinah Bingei Tanoto ini sebelumnya dikenal dengan nama Program Pelita Pendidikan.

Program Pelita Pendidikan bertujuan untuk mendukung program nasional dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar. Sejak tahun 2010, program tersebut telah dikembangkan di Sumatera Utara, Riau dan Jambi. Pada tahun 2018 Program Pelita Pendidikan bertransformasi menjadi Program PINTAR. Cakupan program diperluas ke Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. Diharapkan dengan perluasan tersebut, program bisa memberi manfaat kepada 1.800 dosen LPTK yang ada di 30 LPTK di Indonesia dalam kurun lima tahun ke depan. Selain dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, program ini juga bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Agama.

Sebagai implementasi dari kerjasama dengan Kemenristekdikti ini, pada awal dan pertengahan bulan September 2018, beberapa LPTK telah ikut dalam pelatihan yang diselenggarakan Tanoto Foundation. LPTK tersebut adalah Universitas Mulawarman, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Riau, Universitas Jambi, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

 

Keterangan Foto:
Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Prof. Dr. Ravik Karsidi (berdiri) menjadi salah satu pembicara dalam talkshow peluncuran Program PINTAR di Jakarta (28/9/2018).