JAKARTA – Dalam upaya membangun manajemen talenta nasional, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menggelar kegiatan “Sinergitas dan Sinkronisasi Kemristekdikti dan LPNK dalam Membangun Manajemen Talenta SDM Iptek Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”, Selasa (3/9) di Harris Suites FX Senayan Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Sestama dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia di lingkungan LPNK Kemristekdikti.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im dalam sambutannya, menyampaikan arahan terkait dengan kendala dan solusi dalam mencetak SDM Iptek yang unggul. Menurutnya, pelaksanaan manajemen talenta diharapkan dapat mengakomodir jabatan fungsional Science yang merupakan aset untuk pengembangan Iptek Nasional bagi negara. Sehingga dengan adanya kegiatan ini, Kemenristekdikti bersama LPNK senantiasa bersinergi dalam melakukan akselerasi dalam mewujudkan manajemen talenta SDM IPTEK Nasional.

Kegiatan itu diisi dengan pemberian materi-materi tentang manajemen talenta, oleh para narasumber. Seperti Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan RB, Dr Ir Setiawan Wangsaatmaja, Dipl. SE, M.Eng yang menyampaikan paparan mengenai arah kebijakan Manajemen Talenta ASN. Hal ini untuk mendorong terlaksananya Manajemen Talenta yaitu dengan melaksanakan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, dan  PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK yang bertujuan melahirkan ASN Smart. “Selanjutnya untuk menuju Indonesia Emas, sangat diperlukan bagi setiap institusi melaksanakan Manajemen Talenta,” ujarnya.

Advisor GIZ (The Deutsche Gesellschft fur Zusammenarbeit) Hartian Silawati menyampaikan SDM yang mempunyai kualifikasi, kompetensi, dan berkinerja tinggi dapat membentuk Manajemen Talenta pada sebuah institusi/lembaga dengan langkah-langkah Acquisition, Development, Engagement, dan Deployment. Kepala Biro SDM dan Organisasi 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Suratna menambahkan bahwa Pelaksanaan Manajemen Talenta Nasional sudah mulai diterapkan dari tahap perekrutan sampai dengan penempatan. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan ASN pada Jabatan Fungsional sesuai dengan Permenpan RB Nomor 13 Tahun 2019  Tentang Pengusulan Penetapan dan Pembinaan Jabatan Fungsional (Pasal 31).

Founder of Talent Mapping, Ir Rama Royani menjelaskan dalam pelaksanaan Manajemen Talenta di instansi pemerintah, perlu dipahami secara mendasar terkait dengan portofolio yang telah dilaksanakan di beberapa negara dan referensi lainnya. Sementara Wakil Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Dra Herta Napitupulu, MM Psikolog mengatakan untuk pelaksanaan Manajemen Talenta perlu dilakukan Assessment terlebih dahulu bagi ASN, untuk mendapatkan talent yang dikemudian dimasukkan ke dalam talent pool

Sebagaimana diketahui, Sumber Daya Manusia merupakan asset utama dan memiliki peran yang sangat penting bagi suatu organisasi. Oleh karena itu, dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara, perlu dibangun SDM aparatur yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sesuai amanah Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Hal itu sesuai dengan visi Indonesia 2045 adalah berdaulat, maju, adil dan makmur. Untuk itu harus didukung dengan empat pilar untuk menopangnya, yakni pembangunan SDM dan penguasaan Iptek; perkembangan ekenomi berkelanjutan; pemerataan pembangunan; dan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan. Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada tanggal 14 Juli 2019 di Sentul menyatakan bahwa prioritas pemerintah pada lima tahun ke depan adalah infrastruktur; SDM, investasi, reformasi dan penggunaan APBN. Khusus untuk SDM, aksentuasi pada kesehatan, pendidikan vokasi, dan lembaga manajemen talenta.

Pemerintah melalui Kementerian PAN-RB saat ini sedang membangun manajemen talenta nasional yang melibatkan sektor publik (ASN) dan sektor privat (professional). Untuk jabatan tertentu di pemerintahan, sangat dimungkin untuk diisi oleh sektor privat sesuai dengan amanah PP No. 11 Tahun 2017 dan PP 49 Tahun 2018. Oleh karena itu setiap instansi pemerintah harus membentuk manajemen talenta di instansinya masing-masing untuk kemudian talent-talent terbaik yang berada di kuadran 9 akan masuk ke dalam talent pool nasional.

Biro Sumber Daya Manusia
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti