UGM bersama KagamaCare berhasil membenahi saluran air yang rusak akibat gempa di Gumantar, Kahyangan, Lombok Utara.

Kebutuhan air bersih merupakan salah satu hal yang cukup vital pasca gempa bumi yang melanda Lombok. Salah satunya yang terjadi di Gumantar, Kahyangan, Lombok Utara. Pasca gempa bumi yang pertama aliran air bersih di lokasi tersebut berhenti total sejak awal gempa karena salurannya rusak.

“Padahal, sumber air berasal dari pegunungan yang jaraknya berkilo-kilo meter. Untuk mencapai tempat tersebut butuh pengorbanan yang tidak sedikit,”ujar Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Prof. Irfan Prijambada, Minggu (26/8).

Irfan menuturkan tim UGM yang terdiri dari mahasiswa KKN, relawan, warga, dan KagamaCare bekerja keras mulai dari survei pertama dan mengidentifikasi saluran air di hulu yang rusak. Namun, pada saat itu air belum mengalir. “Tim melihat ada saluran air di tengah yang mengalami kerusakan sepanjang 12 meter dan akhirnya bisa diperbaiki sehingga air mengalir,” katanya.

Namun, setelah itu ada gempa lagi yang cukup besar kembali melanda Lombok. Akses air bersih kembali terhenti hingga beberapa hari. Di sisi lain, suplai air bersih dari PMI juga terbatas jumlahnya sehingga tim harus mengambil air di dusun lain dengan pick up untuk keperluan memasak maupun MCK.

“Sempat muncul kekhawatiran jika melakukan survei dan perbaikan saluran air akan ada longsor di lereng Rinjani,” urai Irfan didampingi anggota tim.

Setelah gempa reda akhirnya tim UGM  melakukan survei kembali dan memperbaiki saluran air yang rusak di daerah hulu. Saat ini air bersih pun akhirnya telah mengalir kembali di Gumantar. (Humas UGM/Satria;foto: Kagamacare)