Alfiyyah Hasanah, mahasiswa semester lima dari Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB) ini mengaku resah terhadap penempatan kotak atau fasilitas amal yang merupakan bagian dari lembaga zakat, infaq dan sedekah (ZIS) yang ada di kota-kota besar Indonesia. Menurutnya hal tersebut dapat lebih dioptimalkan dengan cara menempatkannya di lokasi yang lebih strategis.
Drive-thru atau layanan tanpa turun merupakan jenis pelayanan pelanggan yang tidak mengharuskan pelanggannya turun dari kendaraan.  Tidak hanya untuk bisnis, sistem ini juga sudah diterapkan dalam hal sosial seperti fasilitas ZIS drive-thru yang dapat ditemukan di sekitar masjid-masjid di kota besar.
“Saya mengambil kasus lembaga ZIS drive-thru. Jika dilihat, keberadaannya di Bogor sudah terhitung banyak namun penempatannya masih jauh dari kebanyakan orang berlalu-lalang. Sehingga sedikit yang tahu dan kurang efisien tentunya. Dari hal itu saya muncul ide untuk mengomptimalkan tata letaknya menggunakan teori graph, yakni Center of Graph,” tutur Alfi.
Gagasan tersebut ia ikutkan dalam lomba esai Pelangi Matematika yang merupakan rangkaian kegiatan dari Festival Matematika dan IPA yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa  FMIPA Universitas Negeri Jakarta (BEM FMIPA UNJ), (13/9).
Awalnya ia sempat ragu jika idenya bakal dipertimbangkan oleh juri. “Peserta lain merepresentasikan karyanya dengan baik. Saya tak menyangka jika juri justru memilih ide saya sebagai juara pertama,” ungkapnya.
Harapannya hal ini dapat terdengar oleh badan filantropi Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). “Sehingga pendistribusian letak fasilitas ZIS drive thru dapat optimal dan kesenjangan yang ada di negara kita terminimalkan,”pungkasnya.(Ama/Zul)