Mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB), Yeyen Laorenza berhasil meraih Juara III Indonesian Young Green Award 2018 yang dihelat oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI), Sabtu (4/11). Penghargaan ini diberikan oleh Menteri LHK RI, Dr.Ir.Siti Nurbaya Bakar, MSc untuk penelitian dan inovasi green technology.

Yeyen membawa karya berkudul “Advanced Material Biofoam Berbasis Pati dengan Komposit Mikrokapsul Peubah Fase Minyak Ikan dan Nanokarbon Aktif Tulang Ikan”. Biofoam ini dibuat untuk menggantikan Styrofoam yang saat ini menjadi salah satu sumber masalah penumpukan sampah yang sulit teratasi secara alami.

Bahan baku biofoam yang menggunakan limbah pengolahan ikan merupakan nilai positif lain yang menjadikannya sebagai salah satu inovasi green technology. Penambahan komposit nanokarbon teraktivasi menyebabkan biofoam yang dihasilkan memiliki konduktivitas termal yang tinggi sehingga aman untuk dipakai langsung saat menghangatkan makanan dalam oven.

Prinsip utama dari pembuatan biofoam ini adalah aktivasi karbon, pirolisis untuk memurnikan lalu pencampuran dengan pati tapioka dan pencetakan. Menurut penuturan Yeyen biofoam ini dapat terdegradasi oleh air kurang dari tiga jam, sehingga dinilai ramah lingkungan.

Penelitian Advanced Material Biofoam merupakan hasil penelitian skripsinya yang dibimbing oleh Bambang Riyanto, SPi, MSi dan Dr. Eng. Uju, SPi, MSi. Penelitian ini berlangsung selama delapan bulan di tahun 2018.

“Perjuangan mendapatkan formula biofoam ini terinspirasi dari Marine Debris atau limbah perairan laut yang tinggi seiring tren pemakaian plastik yang juga meningkat. Pengganti plastik berbasis alam, terutama dari pati potensial untuk dikembangkan, karena pati itu sendiri merupakan polimer, sebagaimana plastik. Kelebihan biofoam ini perbaikan stabilitas termalnya menggunakan material peubah fase berupa minyak ikan dengan teknologi epoksidasi dan nanokarbon aktif bersumber tulang ikan,” ujarnya.

Meskipun demikian, sebagai seorang peneliti, Yeyen tetap menargetkan inovasi lanjutan melalui modifikasi bahan agar daya serap airnya lebih rendah, serta mencari kerjasama dengan stakeholder, pengguna kemasan, retail, pemasok bahan baku, distributor, dan diimbangi dengan sosialisasi ke masyarakat.(DO/Zul)