Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)  diharapkan memberikan efek yang baik dalam warna baru berdemokrasi. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah membuat sistem e-voting, metode Pemilu Elektronik (e-voting). Dengan sistem yang dibuat ini, diyakini mampu mempermudah proses Pemilu yang selama ini memakan waktu dan biaya.

Perekayasa Utama BPPT Andrari Grahitandaru mengatakan, penyelenggaran Pilkades dengan menggunakan elektronik diDesa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dapat menjadikan data ini menjadi akurat, (28/10).

Keunggulan dari penggunaan e-voting sendiri adalah waktu pelaksanaannya yang cepat dan mampu mencegah kecurangan pemilu sejak perhitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), rekapitulasi di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan di kabupaten atau kota. Sistem elektronik ini juga dapat menghemat waktu lebih banyak ketimbang cara manual.

Disebutkan Andrari, seperti diketahui bahwa dari DPT 9928 jiwa ini banyak ditemukan data pemilih ganda dan pemilih fiktif serta pemilih yang tidak ada NIK nya. Semua ini nanti akan diperiksa dan di audit yang nantinya akan disampaikan kepada Bupati Bogor untuk menjadi bahan evaluasi, kata Andrari.

Menurut Andrari masyarakat begitu antusias dalam memberikan hak suaranya di Pilkades ini, terlihat dengan kehadiran masyarakat dimulai pukul 08.00 WIB dan undangan ditulis pukul 7.30 WIB namun dari jam 6 pagi masyarakat sudah antri didepan setiap pintu masuk TPS.

Sementara, Titik Nurhayati, Komisioner Bidang Data dan Informasi, KPU Provinsi Jawa Barat mengatakan, pelaksanaan e-voting dan e-rekapitulasi Pilkades di Kabupaten Bogor merupakan ke dua kalinya.

Tambah Titik, pelaksanaan Pilkades ini sangat bagus untuk mengurangi adanya kecurangan  karena, pertama pemilih sudah bisa di verifikasi dengan KTP el dan kemudian sudah terdaftar di dalam daftar pemilih yang kemudian mempunyai surat undangan, untuk  surat undangan laki-laki berwarna biru muda dan untuk wanita berwarna pink. Verifikasinya juga sudah tersedia di data server sehingga verifikator sangat mudah untuk memverifikasi pemilih.

Titik menjelaskan, dalam pelaksanaannya juga sangat mudah aplikasi dan implementasikan oleh siapa pun dan usia berapa pun. Ketika chip sudah dimasukkan sudah tersedia gambar calon Kades dan untuk yang golput pun juga tersedia sehingga pemilih bisa memilih dengan menyentuh gambar sesuai pilihan nya. Keunggulan dari e-voting dan e-rekapitulasi sudah sangat bagus untuk mengurangi penggunaan kertas, jelas Titik. (Humas/HMP)