Sebanyak 50 guru Sekolah Mengah Kejuruan (SMK) dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Pelatihan dan Pendampingan SMK Bidang Teknologi 3D Printing di Fakultas Teknik UGM, pada 22-23 Oktober 2018.

Pelatihan digelar oleh Fakultas Teknik UGM bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Dalam pelatihan ini peserta akan kami kenalkan dengan teknologi 3D Printing dan aplikasinya,” jelas Ketua panitia Dr. Eng. Herianto, S.T., M.Eng., disela-sela acara, Senin (22/10).

Herianto mengatakan peserta diajak belajar mengenal alat pembuat objek solid berbentuk tiga dimensi  dari suatu model digital. Dengan teknologi ini membuat semua bentuk benda dapat dibuat dengan mudah.

Pengenalan teknologi 3D Printing di kalangan SMK disebutkan Herianto diperlukan mengingat teknologi tersebut menjadi salah satu teknologi utama dalam implementasi revolusi indutri 4.0. Teknologi ini telah menjadi salah satu tren teknologi masa depan.

“Kita harus bisa menguasai teknologi ini jika mau menguasa teknologi masa depan. Karenanya kami berusaha menyebarluaskan pengetahuan tentang 3D Printing ini ke masyarakat termasuk SMK,” paparnya.

Denan penguasaan teknologi 3 D Printer ini diharapkan nantinya dari SMK dapat lahir produk-produk inovatif dalam berbagai bidang.

“Harapannya dari kegiatan ini nantinnya SMK dapat mengimplementasikan teknologi 3D printing untuk menghasilkan karya sesuai dengan kebutuhan jurusan masing-masing,” ujarnya.

Herianto menyampaikan bahwa pelatihan ini mendapatkan sambutan yang cukup positif dari kalangan SMK. Setidaknya tidak kurang dari 150 peserta yang mendaftar dan akhirnya terpilih 50 peserta terbaik untuk mengikuti kegiatan ini. Usai pelatihan ini nantinya akan dipilih satu peserta terbaik yang akan dikirim mewakili Indonesia mengikuti kegiatan yang diadakan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) pada bulan November 2018 mendatang.

Salah satu peserta pelatihan Riky Aridansyah dari SMKN 2 Sungailiat, Bangka menyampaikan pelatihan ini memberikan wawasan baru terkait pemanfaatan 3D Printing yan gememgang salah satu peran penting dalam teknologi masa depan. Dia pun berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan merata ke berbagai daerah di tanah air sehingga nantinya dapat diimplentasikan bersama dalam mendukung pencapaian daya saing bangsa.

“Di Sekolah kami belum ada alat 3D Printing ini. Namun kedepan kami berencana akan berupaya menyediakan alat ini untuk menghasilkan produk-produk handicraft,”jelasnya. (Humas UGM/Ika)