JAKARTA – Yang Mulia (YM) Wakil ke-2 Perdana Menteri Uganda Rt. Hon. Dr. A.M. Kirunda Kivejinja, mengadakan pertemuan dengan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Selasa, 24 Juli 2018. YM Kirunda Kivejinja menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia yang telah memberikan bantuan dana pendidikan kepada sumber daya manusia Negara Uganda sejak tahun 1999.

Masih segar dalam ingatan YM Kirunda Kivejinja, ketika beliau berkunjung ke Indonesia pada tahun 1998, dan sejak saat itu Pemerintah Indonesia telah memberikan pelatihan kepada 13 orang peserta asal Uganda dalam periode 1999 – 2017.

Menristekdikti Mohamad Nasir juga menginformasikan bahwa dalam periode 2008 – 2017, Pemerintah Indonesia telah memberikan program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) kepada 37 pelajar Uganda yang menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.

Salah satu mahasiswa Uganda yang berhasil menempuh program Master (S-2) dan Doktor (S-3) dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Kaziba Abdul Mpata, sekarang menduduki posisi sebagai Wakil Rektor dari Islamic University in Uganda. Beliau sangat fasih berbahasa Indonesia dan dapat sedikit berbahasa Jawa, membanggakan!. Beliau mengatakan dengan serius, keinginannya untuk bekerjasama dengan Kemenristekdikti, terutama untuk membantu pengembangan SDM di Uganda. Menristekdikti Nasir langsung memperkenalkan Sekretaris Jenderal Ainun Na’im yang juga merupakan Guru Besar Ekonomi dari UGM, dan meyakini bahwa kedua Perguruan Tinggi tersebut, akan dapat bekerjasama dalam bidang-bidang yang menjadi minat bersama.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptekdikti, Patdono Suwignyo mengatakan untuk tahun berjalan 2018, terdaftar tiga mahasiswa Uganda di Indonesia. Setiap tahunnya sekitar 3-4 progam KNB diberikan kepada mahasiswa/i Uganda yang memenuhi persyaratan untuk meneruskan studi nya di Indonesia.

Deputi-2 Perdana Menteri Uganda YM Kirunda Kivejinja, memohon agar jumlah beasiswa KNB dapat ditingkatkan, karena Indonesia dan Uganda merupakan dua Negara bersahabat yang mempunyai posisi strategis baik dalam memelihara hubungan bilateral, maupun dalam konteks regional pada forum OIC (Organization of Islamic Countries). Beliau meyakini, diluar sektor pendidikan tinggi, Uganda juga menaruh minat yang besar untuk menjalin kerjasama ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi dengan Indonesia.

Menristekdikti Mohamad Nasir memanfaatkan momentum ini dan menyanggupi bahwa sedikitnya 10 program beasiswa KNB dapat dialokasikan untuk Uganda, dengan catatan bahwa kandidat Uganda harus memasuki peryaratan program KNB. Menristekdikti juga kemudian memberikan informasi bahwa Kemenristekdikti telah berhasil meluncurkan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) melalui Keputusan Presiden RI per 2018, dan meyakini bahwa beberapa bidang kerjasama antara RI dan Uganda dapat mengacu kepada pedoman RIRN ini, antara lain untuk bidang pertanian dan pangan, energi, transportation, kesehatan dan obat-obatan, teknologi informasi dan komunikasi, dari keseluruhan program-program prioritas penelitian RIRN.

Dimasa yang akan datang, selain kuota beasiswa progam KNB akan ditingkatkan, kedua Negara, Indonesia dan Uganda, perlu menjajaki kemungkinan penyusunan perjanjian kerjasama dalam bidang pendidikan tinggi, Iptek dan inovasi, dalam konteks transfer teknologi dari Indonesia ke Uganda, sebagai upaya untuk mensejahterakan perekonomian dan memajukan sumber daya manusia di kedua Negara.

Nada Marsudi
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kementerian Ristekdikti