Indian Ocean Rim Association (IORA), yang semula dikenal dengan sebutan Indian Ocean Rim Association for Regional Cooperation (IOR-ARC), resmi dibentuk pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) / Council of Ministers’ Meeting (COMM) ke-1 di Mauritius pada 6-7 Maret 1997 melalui Piagam (Charter) dan Rules of Procedures IOR-ARC (IOR-ARC).

IORA terdiri dari:

  • 21 negara anggota dari 36 negara yang berada di tepian Samudra Hindia, yaitu Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Persatuan Emirat Arab, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Komoro dan Yaman.
  • 7 negara mitra dialog yakni Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Mesir, Prancis dan Tiongkok.
  • Negara maju, berkembang, dan kurang berkembang (LDCs).

Tujuan pendirian berdasarkan Piagam IORA adalah:

  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan seimbang;
  • Menciptakan landasan kuat bagi kerja sama ekonomi melalui fasilitasi perdagangan; dan
  • Mengurangi hambatan-hambatan perdagangan dan investasi.

Keragaman anggota IORA sangat tinggi, dilihat dari:

  • Budaya
  • Pertumbuhan ekonomi
  • Ras
  • Agama
  • Kepentingan strategis

Letak geografis anggota IORA terbagi menjadi beberapa sub-kawasan:

  • Asia Tenggara
  • Australasia
  • Asia Selatan
  • Afrika Selatan dan Timur
  • Gulf of Aden dan Laut Oman

Sebagai satu-satunya organisasi Pan-Indian Ocean Rim, keberadaan IORA memiliki arti yang penting terutama sebagai satu-satunya platform kerja sama bagi negara-negara di lingkar Samudra Hindia. Namun demikian, dinamika kerja sama pada IORA berjalan relatif lambat jika dibandingkan dengan kerja sama di kawasan Samudra Pasifik seperti ASEAN, East Asia Summit dan APEC.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai #IORA2017 Bisa di Unduh PPT dibawah ini :

informasi-tentang-iora-2017-di-indonesia

iora2017-1 iora2017-2 iora2017-4 iora2017-3