UNAIR NEWS – Kunjungan Universitas Airlangga pada gelaran acara QS MAPLE 2018 yang diwakili oleh Wakil Rektor IV Junadi Khotib, Ph.D., memiliki berbagai tujuan. Salah satu tujuan yang sangat utama adalah persiapan UNAIR untuk menjadi tuan rumah pertemuan tingkat dunia yang akan dilangsungkan pada Oktober mendatang.

Acara QS MAPLE 2018 kali ini dilangsungkan di The Gulf Hotel Manama, Bahrain, sejak Minggu (4/3) hingga Selasa (6/3). Pada gelaran tersebut, Junaidi mengatakan bahwa keterlebitan dan keaktifan UNAIR dalam berbagai even tingkat dunia dimaksudkan untuk terus meningkatkan rekognisi dunia internasional kepada UNAIR.

“Upaya-upaya semacam ini adalah sebagai bentuk peningkatan rekognisi UNAIR di kancah dunia internasional,” ungkapya.

Selain itu, di depan awak media setempat, Junaidi juga mengatakan bahwa UNAIR telah siap menjadi tuan rumah kegiatan selanjutnya yang dilangsungkan Oktober mendatang. Nantinya, UNAIR akan mengangkat isu seputar dunia kesehatan yang difokuskan pada kajian onkologi.

Perihal isu yang diangkat itu, tambah Junaidi, merupakan suatu kebijakan yang sangat tepat. Pasalnya, selama ini UNAIR memang memiliki basis pendidikan kesehatan yang sangat baik. Hal itu, dibuktikan dengan adanya pusat riset stem cell, ITD, rumah sakit pendidikan, rumah sakit hewan, dan rumah sakit gigi dan mulut.

“Saya kira, UNAIR sangat siap untuk mengangkat isu itu. Seperti yang kita tahu bahwa kampus kita memang sangat konsen pada hal tersebut,” imbuh Junaidi.

Sementara itu, Viqi Ardaniah, M. A. Linguistics., selaku staf Airlangga Global Engagement (AGE) UNAIR yang juga hadir dalam acara tersebut via telepon mengatakan, keterlibatan UNAIR dalam acara tersebut secara nyata bisa menarik para peneliti dan profesor dari berbagai dunia untuk berkunjung ke UNAIR dan hadir pada perhelatan akbar Oktober mendatang.

“Tujuan utamanya agar menarik mereka untuk berkunjung ke UNAIR. Selain itu, kegiatan semacam ini bisa meningkatkan kegiatan visiting profesor ke UNAIR,” paparnya. (PIH UNAIR)