Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseanografi meluncurkan foresight riset kelautan dan program demand driven research grant (DDRG). Peluncuran dua program tersebut diharapkan mampu mengembangkan teknologi kelautan untuk mendorong Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Zainal Arifin mengatakan, foresightriset kelautan perlu digiatkan karena saat ini peta pengembangan teknologi bidang kelautan Indonesia belum tersedia, meskipun telah ada perencanaan dalam menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sedangkan, program DDRG diperlukan karena program ini mendukung dan memberikan hibah penelitian dengan pendekatan manajemen riset berdasarkan orientasi pemangku kepentingan. “DDR merupakan pendekatan riset yang secara khusus diarahkan untuk menyelesaikan masalah (problem-based),” kata Zainal dalam kegiatan “Peluncuran Hasil Kajian Foresight Riset Kelautan Indonesia 2035 dan Program DDRG”, Senin (18/12), di Jakarta.

Menurutnya, peluncuran dua program ini penting karena dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya laut Indonesia yang menjadi visi jangka panjang nasional, yakni membangun Indonesia sebagai negara kepulauan yang berorientasi maritim. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu melihat potensi pengembangan teknologi bidang kelautan dengan mengajinya lewat foresight riset dan teknologi kelautan di Indonesia. Selain itu dibutuhkan pula dukungan pendanaan yang baik, salah satunya lewat program DDRG.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah menambahkan, DDRG sesuai dengan namanya didasarkan pada permintaan atau kebutuhan terhadap suatu riset, pengembangan maupun inovasi. Sementara itu, permintaan atau kebutuhan riset itu didasarkan pada permasalahan yang sedang dihadapi.

“DDRG sangat diperlukan khususnya untuk memenuhi standar dalam meningkatkan pengetahuan, menyiapkan produk maupun kebijakan berbasis sains, menguatkan kapasitas pemangku kepentingan, sekaligus meningkatkan kepedulian publik,” jelasnya.

Dengan menggunakan dasar orentasi tersebut, lanjutnya, maka DDRG dapat digunakan untuk mendanai riset yang diharapkan menghasilkan luaran-luaran yang implementatif, siap pakai dan berdampak nyata. Oleh sebab itu, pendekatan yang akan dilakukan adalah mengubah dari pola output-based focus menjadi value-based outcome.

Melalui skema DDRG, program Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) 2018-2019 yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Oseanografi LIPI akan menyiapkan dana riset sebanyak minimal 10 grantsetiap tahunnya. Dalam rangka pelaksanaan program DRRG ini, telah pula dilakukan langkah-langkah persiapan yang menghasilkan antara lain manual pelaksanaan DDR dan panduan penyelenggaraan DDR. (pwd)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI