Washington DC, 22 Maret 2017. Tepuk tangan meriah dan standing ovation diberikan oleh sekitar 200 penonton yang hampir semuanya warga kota Richmond (*kota Richmond berjarak dua jam jika seseorang berkendaraan mobil dari Washington DC.), menandai berakhirnya konser kelompok Ragakusuma yang merayakan ulang tahun ke 10. Acara yang bertajuk 10th Anniversary Concert, With Rumput and Guest Indonesian Artists, menampilkan berbagai musik dan tari dengan iringan gamelan Jawa dan Bali, serta keroncong. Tari yang dibawakan mulai tari Bambangan Cakil sampai tari klasik Bali, sementara lagu-lagu kroncong klasik hingga lagu dolanan, dolanan Jawa, Tari Kebyar Duduk hingga musik unik genggong, juga dipentaskan. Tari keraton Bali klasik, kraton legong abad ke-18 yang menggambarkan Legenda Raja Lasem juga dipentaskan dengan rapi. Semuanya dipentaskan oleh anggota kelompok Ragakusuma yang mayoritas adalah warga AS di Richmond, dengan 3artis tamu dari KBRI Washington DC.Turut ditampilkan pula lagu-lagu keroncong langgam Jawa Yen Ing Tawang Ana Lintang hingga lagu-lagu klasik Amerika Appalachian yang musiknya diaransir dengan gaya keroncong.

img_8601

Sejarah Berdirinya Ragakusuma

Kelompok Ragakusuma didirikan tahun 2007 oleh Prof Andy McGraw, guru besar madya di Department of Music di University of Richmond. Selain mengajar gamelan Bali, Prof Andy juga aktif melakukan riset analisis musik perkusi Bali, studi komparatif musik sebagai praktik yang etis di Bali. Prof. Andy juga memotori kelompok keroncong Rumput. Selain itu Prof. Andy aktif berkolaborasi dengan para seniman ISI Denpasar dan Solo, serta selalu membawa mahasiswa kelas gamelan di University of Richmond ke Bali pada musim panas. Kelompok Gamelan Ragakusuma sering pula berkolaborasi dengan KBRI dalam sejumlah aktivitas seperti Performing Indonesia 2017, aktif melakukan berbagai konser di wilayah pantai timur AS, dan juga di Indonesia. Kabarnya pada tahun ini, Orkes Rumput ini diundang oleh Paris van Java Mall di Bandung dalam kegiatan perayaan HUT RI 2017. Kelompok ini selalu menerima anggota baru dan memiliki jadwal latihan rutin yang diikuti oleh publik di Richmond, dan anggotanya mulai dari mereka yang berusia 10 60 tahun. Tiga anggota inti komunitas Ragakusuma/Rumput adalah lulusan Darmasiswa (program beasiswa dari Kemdikbud untuk warga negara asing), sementara 2 anggota inti lainnya sedang melamar untuk mengikuti program Darmasiswa 2017.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Prof. Ismunandar, menyampaikan bahwa acara ini merupakan contoh promosi dan apresiasi budaya Indonesia oleh dan untuk warga AS. Kelompok Ragakusuma dan Rumput yang dimotori Prof Andy selalu bekerjasama dengan KBRI dan seniman-seniman Indonesia, di mana anggota intinya ternyata juga merupakan alumni beasiswa Darmasiswa. Hal ini menunjukkan adanya peran strategis program beasiswa yang sudah berjalan selama lebih dari 35 tahun. (Atd)

img_8602