Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama dengan Politeknik Pertanian Negeri (POLITANI) Nusa Tenggara Timur. Kerja sama dilaksanakan dalam bidang penelitian khususnya dalam pengembangan agroforestri cendana.

Lenny Marlina Mooy, S.P., M.P., peneliti POLITANI dalam kunjungannya ke Fakultas Kehutanan UGM pada (28/9) lalu menyampaikan bahwa pohon cendana merupakan tanaman khas NTT. Sayangnya, saat ini masyarakat NTT cenderung kurang berminat untuk mengembangkan pohon ini.  Ditambah dengan musim hujan yang cukup pendek, hanya sekitar 3-4 bulan menjadikan pengembangan tanaman cendana semakin sulit.

“Untuk itu, POLTANI menjalin kerja sama dengan Fakultas Kehutanan UGM dalam pengembangan agroforestri tanaman cendana,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Lenny diterima langsung oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Budiadi, S.Hut., M.Agr.Sc. Kedatangan Lenny di UGM merupakan kunjungan balasan Fakultas Kehutanan UGM yang telah dilakukan sebelumnya. Selama lima hari, Lenny berdiksusi secara intensif dalam pengembangan agroforestri cendana bersama sejumlah pakar di Fakultas Kehutanan UGM. Beberapa diantaranya adalah Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. dan Yeni Widyana Nurchahyani Ratnaningrum, S.Hut. Dalam diskusi tersebut mengemuka keinginan kuat hasil penelitian kerja sama yang dilakukan dapat menjadi sumber benih cendana bagi Kupang di masa mendatang.

 “Kami punya hutan Wanagama I yang dirintis oleh Alm. Prof. Oemi Hani’in. Semoga melalui inisiasi kerja sama ini, nantinya POLITANI mampu membangun kebun benih cendana bergenetik tinggi,” harap Atus Syahbudin.

Kerja sama antara POLITANI NTT dan Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 2017-2018 difokuskan pada kegiatan agroforestri cendana. Pengembangan agroforestri bukanlah hal yang baru bagi Fakultas Kehutanan UGM. Fakultas Kehutanan UGM telah memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan agroforestri, seperti program Integrated Forestry Farming System (IFFS), serta pemapanan tegakan benih (insitu & exsitu conservation). IFFS berhasil menemukan varietas padi dan jagung yang tahan kering yang mampu ditanam di antara pohon jati. Adapun jati unggul telah diperoleh pasca eksplorasi dan berbagai pemapanan tanaman uji.(Humas UGM/Ika)