Bogor-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir meninjau pelaksanaan ujian tertulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 yang berlangsung serentak hari ini (9/6) di kampus Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat. Didampingi Ketua SBMPTN, Rochmat Wahab, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI) sekaligus Rektor IPB, Herry Suhardiyanto, serta Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Illah Sailah.

Sesaat sebelum ujian dimulai, Menteri masuk ke lokasi ujian dan mengecek soal tersegel dengan baik sebelum dibagikan kepada para peserta. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak terjadi kebocoran soal.

 “Ada empat perkara yang perlu kita cermati, jangan sampai ternodai hal-hal yang tidak baik (SBMPTN-red).” ujar Nasir usai meninjau peserta SBMPTN.

Yang pertama, jangan sampai terjadi kebocoran soal. Soal harus tersegel dengan baik sesuai standar prosedur. Kedua, jangan sampai terjadi perjokian. Ia meminta panitia memberikan sanksi seberat-beratnya bagi pelaku. Ketiga, ia mengingatkan jika ada pegawai yang mengaku bisa meloloskan calon mahasiswa masuk ke PTN agar dapat ditindak tegas. Keempat, untuk tidak mendiskriminasi penyandang disabilitas. Empat hal tersebut yang menurut Nasir penting untuk diperhatikan agar SBMPTN berjalan dengan baik.

Menristektidikti juga menghimbau kepada media untuk ikut melaporkan jika terjadi kecurangan, kebocoran soal maupun perjokian.

“Mohon dilaporkan ke panitia maupun kementerian. Nanti akan kami tindak lanjuti. ” himbaunya.

Usai meninjau di IPB, Menristekdikti melanjutkan perjalanan ke Universitas Indonesia (UI) di Depok untuk meninjau pelaksanaan SBMPTN disana.