UNAIR NEWS – Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga terpilih menjadi satu di antara sebelas akademisi hukum yang tergabung dalam Board of Governors International Association of Law School (IALS). Ialah Nurul Barizah S.H., LLM., PhD, wakil dekan I FH UNAIR. Nurul dikukuhkan namanya setelah dipilih 85 persen anggota IALS.

Kepada UNAIR NEWS, Nurul mengaku terkejut terpilih masuk jajaran Board of Governors IALS. Dia memang aktif dalam forum dekan fakultas hukum dari seluruh dunia itu. Dari Indonesia, Nurul tercatat sebagai satu-satunya akademisi yang terpilih.

“Saya nggak tahu parameternya apa. Awalnya dikirim e-mail bahwa masuk nominasi. Nggak menyangka juga karena saya pake jilbab. Dan, di luar, hal seperti itu sensitif,” ucap Nurul.

Nurul mengakui, selama tiga tahun terakhir, dirinya sering turut serta dalam forum diskusi IALS. Baik menjadi pembicara, moderator, maupun peserta. Dari forum-forum itulah, dia melakukan banyak transfer knowledge, bertukar ide dan gagasan seputar mengelola sekolah hukum. Dengan terpilihnya Nurul, tentu reputasi akademik UNAIR, khususnya FH, semakin meningkat.

Keanggotaan IALS berasal dari kampus-kampus besar di berbagai negara di dunia. Tampaknya ada nama dan kiprah salah seorang dosen dari UNAIR yang cukup diperhitungkan.

Nurul mengungkapkan, selama menjabat hingga tiga tahun ke depan, sudah ada tugas yang menantinya sesuai dengan charter yang dibuat. Salah satunya, mendiskusikan aktivitas yang dikerjakan asosiasi. Dalam satu tahun, ada setidaknya lima aktivitas. Yakni, forum asosiasi international para dekan, annual meeting, leadership forum, research forum, dan visiting lecture.

“Ini suatu kemajuan. Bukan hanya saya, tapi juga UNAIR, semakin dikenal. Ada pengakuan internasional terhadap akademisi atau leadership di FH UNAIR,” tutur Nurul.

Aktivitas IALS terbagi mejadi empat region, yaitu American region, African region, Europe region, dan Asia Pacific region. Setiap tahun ada diskusi masalah pendidikan hukum di region masing-masing. Forum itu lantas dibawa ke forum global, delegasi setiap region hadir di sana.

Mei nanti sudah ada aktivitas perdana yang menunggu Nurul, yaitu American Leadership Forum. Dalam forum tersebut pula, board of governors yang terpilih akan dikenalkan, tak terkecuali Nurul. Sesuai dengan jadwal, forum itu akan dilaksanakan di St John’s University, School of Law, New York.

Ada habit (kebiasaan) dari para akademisi hukum tingkat dunia tersebut yang membuat Nurul kagum. Para akademisi, lanjut dia, berbagi pengalaman dan gagasan tanpa ada suatu yang ditutup-tutupi. Nurul berharap semangat itulah yang bisa dicontoh lembaga sekolah hukum, khususnya perguruan tinggi di Indonesia.

“Kita tidak boleh berpikir jago kandang. Tapi, kita harus mampu membangun reputasi secara internasional,” ungkap Nurul.

Selain itu, jajaran petinggi IALS dijabat oleh para akademisi lintas negara dan benua. Presidennya berasal dari Kenneth Wang School of Law China, General Secretary dari Cornell University, United States of America, dan sebelas board of governors dari Spanyol; Kenya; Nigeria; Amerika; Italia; Jordan; Rusia; dan Singapura, termasuk Indonesia, FH UNAIR.

Saat ini terdapat lebih dari 160 fakultas hukum dari 55 negara yang mewakili 7.500 juris scholar di seluruh dunia yang tergabung dalam asosiasi tersebut. IALS terbentuk pada 2005 di Columbia District, The United States of America.

“Di samping memberikan pekerjaan baru, melalui IALS, senang ketemu orang pintar dari berbagai belahan dunia. Belajar untuk mengelola sekolah hukum dan menata organisasi,” pungkas Nurul. (PIH UNAIR)