MATARAM – Teknologi Tepat Guna (TTG) merupakan teknologi yang dirancang sesuai dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan.

Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif seminimal mungkin dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.

Mulai tahun 2016, Gelaran TTG Nasional dilaksanakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Republik Indonesia, sebelumnya dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Rabu (23/11), Gelaran yang merupakan kegiatan tahunan ini telah dibuka oleh Menteri Kemendesa PDTT Eko Putro Sandjojo di Kawasan Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gelaran TTG bertujuan untuk memasyarakatkan inovasi hasil teknologi tepat guna yang tersebar di seluruh daerah di Idonesia.

Menteri Eko berharap dengan teknologi dan inovasi yang ada kita dapat pergunakan untuk mempercepat pembangunan desa.

“Desa bisa menjadi motor pembangunan, mudah-mudahan teknologi bisa mempercepat pembangunan di desa-desa,” ujar Menteri Eko pada pembukaan Gelar TTG Nasional ke-XVIII.

Peran serta Kemenristekdikti

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tiap tahunnya turut berpartisipasi dalam gelaran TTG. Staff Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas Kemenristekdikti Agus Puji Prasetyono, mewakili Menristekdikti menghadiri pembukaan Gelar TTG Nasional XVIII, mengatakan bahwa pentingnya untuk lebih dekat terhadap Grass Root Innovation.

“Bagi Kemenristekdikti gelar TTG ini sangat penting paling tidak untuk melihat lebih dekat terhadap peningkatan Grass Root Innovation atau inovasi yang dilakukan masyarakat bawah. Ini terlihat kemajuan bagaimana masyarakat meningkatkan produktivitasnya melalui penelitian, pengembangan dan pemanfaatan Iptek yang dilakukan mereka secara mandiri,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, di beberapa provinsi telah mengembangkan produk-produk inovasi yang berbasis kerajinan dan industri kreatif. Dalam memasarkan produknya, beberapa provinsi juga sudah mengembangkan sistem teknologi berbasis website yang bisa lebih efisien dan produktif.

Pada Gelaran TTG Nasional XVIII ini Kemendesa PDTT memberikan berbagai penghargaan terkait inovasi teknologi kepada 9 Gubernur, 8 Bupati, dan 4 Walikota antara lain Gubernur NTB, Gubernur Kepulauan Riau, Gubernur Lampung, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Riau, Gubernur Sumatera Barat, dan Gubernur Jawa barat.

Selain itu juga diumumkan pemenang lomba inovasi TTG, juara pertama diraih oleh Tukimin HW dari Kabupaten Lampung Timur dengan Mesin Pemipil Jagung Berklobot. Juara kedua Novirtan dari Kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau dengan Alat Pengepak Kaca. Dan juara tiga berhasil diraih Pauzal Bahri asal Lombok Timur dengan Alat Bantu Cacat Tubuh (kaki palsu). (flh/ard)