JOMBANG – “Siapa yang ingin kuliah ke perguruan tinggi?” tanya Menteri Nasir dalam Sosialisasi dan Dialog Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Jawa Timur, Selasa (28/3). Serentak tanpa komando hampir seluruh santri mengacungkan jarinya ke udara.

Bantuan dana pendidikan (beasiswa) Bidikmisi merupakan wujud komitmen negara untuk terus berupaya meningkatkan jumlah penduduk yang dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi. Bahkan lebih jauh lagi ditujukan untuk memutus mata rantai kemiskinan yang masih melanda di negara kita (sekitar 11,5%). Hal ini dapat dicapai jika kita mampu memaksimalkan peranan modal potensial yang dimiliki, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta dalam rangka menghadapi persaingan global yang penuh dengan kompetisi.

“Bidikmisi terbuka bagi siapapun yang memenuhi syarat, termasuk santri,” tambah Nasir.

Menteri Nasir mengajak seluruh santri untuk berlomba-lomba turut bersaing dengan pelajar umum untuk memperoleh beasiswa Bidikmisi.

“Saya dulu juga adalah seorang santri. Adik-adik santri jika belajar tekun dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, juga dapat menggapai impian yang dicita-citakan” ujar Menteri Nasir memberi semangat kepada 500 santri pesantren yang hadir.

Turut hadir dalam acara ini adalah Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad dan Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti.

“Ketika menjadi mahasiswa Bidikmisi,percayalah Anda adalah mahasiswa pilihan. Kuncinya adalah kerja keras. Jangan khawatir jika tidak ada biaya,” tambah Intan Ahmad turut menyemangati.