UNAIR NEWS  Forum antar organisasi mahasiswa (ormawa) tentu menjadi ajang bertukar pikiran mahasiswa dari beragam latar belakang peminatan. Apalagi, jika forum itu mencakup lintas negara, tentu jejaring dan pengalaman yang didapat lebih beragam.
Sebagai bagian dari pengenalan Universitas Airlangga (UNAIR) kepada ormawa di berbagai negara ASEAN, UNAIR mengikuti The 6th ASEAN Student Leaders Forum (ASLF) and The 2ndAUN-Student Affairs Network Meeting. Forum tersebut berlangsung di Vietnam sejak 5 hingga 9 Desember 2017.


Forum yang diselenggarakan ASEAN University Network (AUN) itu diikuti tiga delegasi ormawa dari UNAIR serta direktur kemahasiswaan sebagai lembaga yang membawahi ormawa di UNAIR. Forum tersebut diikuti mahasiswa delegasi dari kampus yang tergabung dalam keanggotaan AUN.
Delegasi UNAIR meliputi Dr. M. Hadi Subhan selaku direktur kemahasiswaan, Anang Fajrul Ukhwaluddin selaku ketua BEM, Rinaldi Yoga Tamara selaku wakil ketua BEM, dan Tamara Meiliana Siswanto Duta UNAIR 2017. Selama empat hari di Vietnam, ada dua tempat yang dikunjungi. Yakni, Vietnam National University dan Can Tho University.
Mereka mengikuti serangkaian acara, salah satunya seminar internasional yang berisi penyampaian paparan oleh mantan Duta Besar Vietnam untuk Uni Eropa. Seusai acara tersebut, seluruh delegasi dibagi menjadi empat tim. Masing-masing berdiskusi dan membuat suatu konklusi dari topik yang telah ditentukan.
Selain itu, ada forum kemahasiswaan universitas. Forum itu melakukan pengkajian terhadap langkah strategis AUN-Student Affairs Network ke depan.
Direktur Kemahasiswaan UNAIR Hadi Subhan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, forum itu bukan hanya diikuti mahasiswa perwakilan dari setiap perguruan tinggi, melainkan juga pihak manajemen pengelola kemahasiswaan selaku pendamping. Jadi, bisa dilakukan saling tukar pikiran tentang pengelolaan kegiatan kemahasiswaan.
Forum ASLF sangat penting karena menginternasionalisasi pengurus ormawa, menambah networking antar ormawa perguruan tinggi anggota AUN, membahas topik-topik aktual yang mendunia, serta memberikan pengakuan oleh perguruan tinggi luar negeri anggota AUN terhadap kegiatan kemahasiswaan di UNAIR, ujar Hadi.
Hadi berharap UNAIR suatu saat dipercaya menjadi host penyelenggaraan ASLF. Salah satu keuntungannya, forum itu mampu menarik minat mahasiswa asing melakukan student exchange di UNAIR. Jadi dapat menambah jumlah inbound mahasiswa asing serta meningkatkan peringkat UNAIR di daftar ranking perguruan tinggi dunia.
Selain untuk memperkenalkan UNAIR di level ASEAN, forum ini sangat perlu sebagai wadah saling tukar pikiran antar ormawa dengan kampus lainnya di ASEAN. Tujuannya, kompetensi setiap organisasi kemahasiswaan bisa lebih inovatif dan berkembang dalam menjawab perkembangan yang ada, terutama level ASEAN, ungkap Anang. (PIH UNAIR)