(Serpong, 10/04/2018) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai lembaga pemerintah yang mengoperasikan fasilitas nuklir, menerapkan standar manajemen terintegrasi yang diberi nama  Sistem Manajemen BATAN (SMB).  Sistem yang diintegrasi ke dalam SMB antara lain sistem manajemen mutu, lingkungan, dan  kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

SMB ini ditargetkan mendapat sertifikasi pada bulan Desember 2018. Dengan terintegrasi dan tersertifikasinya SMB, BATAN akan menjadi satu-satunya lembaga pemerintah yang telah menerapkan sistem terintegrasi.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, sebagai lembaga yang mengelola fasilitas nuklir, BATAN harus mempunyai sistem manajemen yang tersertifikasi. “Bagi BATAN sebagai lembaga yang mengelola fasilitas nuklir ada lima  syarat utama yakni terjamin keselamatan, keamanan dan kesehatan, tertib administrasi, dan terjamin mutu produknya. Hal tersebut menyebabkan kita harus punya sistem manajemen yang tersertifikasi dan diakui pihak lain,” ungkap Djarot pada Kick Off Meeting SMB di Gedung 71, Kawasan Nuklir Serpong, Selasa (10/04).

Penerapan SMB menurut Djarot, harus disampaikan kepada masyarakat bahwa yang melakukan sertifikasi SMB adalah lembaga sertifikasi sistem manajemen yang bereputasi nasional/internasional. Lembaga sertifikasi itulah yang melakukan evaluasi terhadap SMB yang nantinya akan memberikan pengakuan bahwa sistem manajemen yang diterapkan BATAN telah sesuai dengan standar yang berlaku.

Djarot menambahkan, hal ini seiring dengan BATAN sebagai Clearing House Teknologi Nuklir (CHTN) yang memerlukan sistem manajemen yang baik. “Untuk menjadi CHTN yang diakui maka perlu basis sistem manajemen yang baik, dan SMB akan dikatakan baik bila diakui oleh pihak lain yang berkompeten,” tambahnya.

Kepala Pusat Standardisasi dan Mutu Nuklir (PSMN), Budi Santoso menjelaskan, penerapan SMB dilatarbelakangi adanya tiga hal perubahan yakni tuntutan stakeholder, perubahan kondisi sistem manajemen, dan penyempurnaan sistem manajeman yang sudah ada sebelumnya.

Pada Kick Off Meeting SMB ini, Kepala Subbidang Audit PSMN, Rusbani Kurniawan menjelaskan, SMB tidak statis namun terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. “Kedepan SMB akan ditambah ruang lingkupnya yakni laboratorium dan keamanan, penerapan sistem manajemen lingkungan, melengkapi persyaratan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir dan Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPP), dan menyederhanakan sistem yang telah ada,” jelas Rusbani.

Untuk menyukseskan penerapan SMB, Rusbani berharap perlunya dukungan dan komitmen tinggi baik dari pimpinan maupun pegawai dari seluruh unit kerja di lingkungan BATAN.  Sebagai wujud komitmen tersebut, kegiatan Kick Off Meeting SMB diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh Pejabat Tinggi Utama dan Pejabat Tinggi Madya dan diikuti oleh seluruh peserata Kick Of Meeting penerapan SMB. (Pur)

sumber: http://www.batan.go.id/index.php/id/kedeputian/standardisasi-mutu-nuklir/4279-batan-terapkan-sistem-manajemen-terintegrasi