(Jakarta, 21/12/2017), Satu lagi prestasi diraih Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di penghujung tahun 2017. Siang ini (Kamis, 21/12) BATAN memperoleh peringkat pertama pelaksanaan keterbukaan informasi publik untuk kategori Lembaga Negara (LN) dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Dari 42 LN dan LPNK yang mengikuti pemeringkatan, BATAN memperoleh nilai tertinggi yakni 95,70 disusul Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan nilai masing masing 95.00 dan 94.34.

Penghargaan yang disampaikan wakil presiden, Jusuf Kalla pada acara Penganugerahan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2017 di Istana Wapres ini merupakan wujud dari komitmen BATAN dalam melaksanakan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Prestasi BATAN dalam mengimplementasikan Keterbukaan Informasi Publik telah dimulai sejak tahun 2012 dengan meraih peringkat 3, peringkat 5 diraih pada tahun 2014, peringkat 7 diraih pada tahun 2015, dan peringkat 6 diraih pada tahun 2016. Kali ini, diusianya yang ke 59 tahun, BATAN meraih peringkat I.

Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan, pemeringkatan bagi kementerian atau lembaga ini karena adanya keterbukaan dari lembaga pemerintah yang memberikan informasi dengan akurat, tepat, dan berguna bagi masyarakat. Dengan demikian, kementerian dianggap sudah berperan besar meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Pentingnya keterbukaan informasi membuat masyarakat jadi semakin tahu betul tentang semua informasi untuk menjadi maju,” ujar Jusuf Kalla.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto merasa capaian ini merupakan kejutan besar, mengingat tahun 2017 ini merupakan tahun yang sulit bagi BATAN. “Ini kado ulang tahun batan yang luar biasa di tengah kondisi batan dengan anggaran yang terbatas dan sumber daya manusia yang terus berkurang,” kata djarot.

Prestasi ini menurut Djarot harus dipertahankan dengan mengajak seluruh karyawan BATAN untuk lebih proaktif dalam memberikan infomasi tentang nuklir kepada masyarakat. Setiap kelemahan dalam pelayanan informasi akan diperbaiki dan kunci keberhasilan itu adalah semangat seluruh pegawai BATAN.

Dengan capaian ini, Djarot berharap pemberian informasi tentang nuklir kepada masyarakat harus lebih transparan. “Harapan kita ke depan adalah kita harus selalu memberikan informasi kepada masyarakat apa itu teknologi nuklir setransparan mungkin, dengan tujuan utama masyarakat mengetahui untuk apa uang dari rakyat itu digunakan dan manfaat apa yang didapat masyarakat dari teknologi nuklir,” harap Djarot. (Pur)