(Bogor, 25/10/2017), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) akan segera melepas varietas padi baru yang diberi nama Mustajab. Kepastian pelepasan varietas Mustajab singkatan dari Mutasi Radiasi Varietas Jawa Barat ini setalah mendapatkan rekomendasi dari tim penguji varietas tanaman di Bogor, Rabu (25/10).

Varietas Mustajab merupakan hasil pemuliaan tanaman dari varietas padi lokal yang bernama Jembar. Menurut salah satu peneliti yang menghasilkan varietas Mustajab, Ita Dwimahyani, alasan memilih varietas Jembar dikembangkan dengan menggunakan teknik radiasi sehingga menghasilkan varietas Mustajab yakni diminati oleh masyarakat Jawa Barat dan banyak ditanam di daerah Bandung Selatan.

“Varietas Jembar merupakan varietas lokal Jawa Barat yang diminati dan banyak ditanam di daerah Bandung Selatan, tapi arsitektur tanamannya tidak bagus diantaranya berserak, mudah rebah, dan daun benderanya terkulai,” ujar Ita Dwimahyani.

Karena alasan itulah, BATAN melakukan penelitian terhadap varietas Jembar dengan menggunakanan teknik mutasi radiasi yakni melakukan penyinaran radiasi gamma cobalt 60 sebesar  0,2 kilo Grey untuk memperbaiki sifat padi menjadi varietas yang diinginkan. Ia menjelaskan, beberapa sifat varietas padi unggul antara lain batang kokoh, daun bendera tegak, tanamannya kompak, mutu beras dan tahan terhadap beberapa hama dan penyakit.

“Yang paling utama adalah produktivitas padi harus ada kenaikan sebesar 35 persen lebih tinggi daripada varietas induknya,” tambahnya.

Produktivitas varietas Mustajab mencapai rata-rata 7,8 ton/ha dengan potensi 10 ton/ha, ini lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Jembar yang produktivitasnya hanya 5,7 ton/ha dengan potensi 6 ton/ha. Dengan produktivitas yang tinggi, diharapkan varietas Mustajab dapat diterima dan tersebar luas di masyarakat.

Pada sidang pengujian varietas kali ini, BATAN mengajukan 2 varietas padi, namun yang mendapat rekomendasi untuk dilepas hanya satu varietas yakni varietas Mustajab. Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat memberikan apresiasi kepada para pemulia yang telah berhasil memanfaatkan teknologi nuklir untuk mendapatkan varietas padi unggul yang baru. Dengan mendapatkan rekomendasi pelepasan varietas Mustajab, hal ini akan menambah jumlah varietas padi yang dihasilkan oleh BATAN menjadi 23 varietas.

Meskipun BATAN telah menghasilkan banyak varietas padi unggul, Totti Berharap pemuliaan tanaman tidak berhenti sampai di sini, namun harus terus dilakukan dan ditingkatkan kualitasnya mendapatkan hasil yang lebih baik.

“Dengan beberapa catatan dari tim penguji varietas tanaman, harapan kedepannya, pemuliaan tanaman agar terus meningkatkan kualitasnya agar dicapai hasil yang lebih baik lagi,” pungkas Toti. (Pur)