BAPETEN menggelar Workshop Sistem Perizinan Online dan On The Spot Licensing di Bandung, 4-5 April 2018. Acara yang mengundang pemangku kepentingan sebanyak 110 peserta baik dari rumah sakit, klinik, dan praktek dokter ini dihadiri Kepala BAPETEN Jazi Eko Istiyanto, Direktur Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Zainal Arifin, Kasubdit Perizinan Fasilitas Kesehatan Asep Saefulloh Hermawan.

Melalui arahannya Jazi mengungkapkan, awal tahun 2016 BAPETEN menerapkan sistem perizinan online (Balis Online). Saat ini mulai dikembangkan mekanisme online di inspeksi (Balis Infara), dosis pasien (Si-Intan), dan uji kesesuaian (Balis Esukses). Pada tahun 2018, BAPETEN mulai mengembangkan dan memperkenalkan Inspeksi partisipatif.

“Launching B@lis diharapkan dapat memudahkan perizinan dan menekan biaya. Adanya sistem online, kedepannya diharapkan BAPETEN dapat mendahsyatkan pemanfaatan tenaga nuklir, sehingga meningkatkan penggunaannya dan lebih banyak nyawa yang dapat diselamatkan,” jelas Jazi.

WhatsApp Image 2018-04-04 at 14.50.12            WhatsApp Image 2018-04-04 at 14.49.58

Jazi menambahkan, saat ini terdapat 22 rumah sakit yang aktif dalam memutakhirkan data dosis pasien melalui Aplikasi Si Intan (Sistem Informasi Dosis Pasien). Diharapkan instansi lain juga berpartisipasi aktif melaporkan dosis pekerja sehingga kedepannya Indonesia memiliki dose reference level.

Selain itu, lanjut Jazi, sistem teknologi dan informasi juga perlu sejalan dengan peraturan sehingga pemohon izin tidak perlu membaca begitu banyak peraturan. “IT seharusnya tidak hanya diaudit oleh pakar IT tetapi juga oleh lawyer. Jika semua regulasi terintegrasi kedalam IT, maka seluruh pengguna yang menggunakannya sudah langsung memenuhi peraturan yang berlaku,” katanya.

Pada tahun 2017 lalu BAPETEN memberikan award melalui BSSA (Bapeten Safety and Security Award) kepada 227 instansi. Rumah sakit sangat memungkinkan untuk mendapatkan penghargaan ini. Bagi instansi yang melebihi cutting score akan mendapatkan penghargaan sebagai compliance atas pemenuhan aspek safety dan security.

Selain penghargaan kepada rumah sakit, BAPETEN juga memberi penghargaan kepada sejumlah kepala daerah seperti Gubernur, Walikota, dan Bupati, karena telah mendorong para pemohon izin dalam mencapai aspek keselamatan dan keamanan.(dpfrzr/muk)

sumber: https://www.bapeten.go.id/?p=68513