SIARAN PERS

No. 20/SP/HM/BKKP/III/2017

Cilegon, 20 Maret 2017

Sarana dan prasarana pembelajaran merupakan hal yang mutlak diperlukan bagi terselenggaranya pendidikan tinggi yang baik. Dengan dukungan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, saat ini Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) resmi memiliki Gedung Dekanat yang baru.

Peresmian gedung yang dilakukan langsung oleh Menristekdikti, Mohamad Nasir pada Senin, 20 Maret 2017 di Kampus Fakultas Teknik Untirta, diawali dengan khataman Al Quran (nusantara mengaji) agar membawa berkah bagi seluruh civitas akademika kelak.

Menristekdikti mengemukakaan pembangunan gedung ditujukan untuk penyelenggaraan pendidikan yang baik sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas. Pembangunan gedung tersebut diselesaikan dalam dua tahun anggaran. Tahun pertama menghabiskan anggaran 5 miliar rupiah dan tahun kedua 17, 5 miliar rupiah. Luas bangunan sendiri 3000 meter persegi, dengan konstruksi 5 lantai.

Menristekdikti menganalogikan aspek-aspek dalam mencapai tujuan dari pendidikan tinggi mirip dengan ruang lingkup kehidupan manusia dalam pandangan Islam yaitu syariat, tarekat dan hakikat.
Syariat adalah perahu dalam mencapai hakekat (tujuan) yang ketika mengarunginya akan melalui tarekat (lautan).

Tujuan dari pendidikan adalah daya saing bangsa (national competitiveness) yang bisa dipenuhi dari aspek syariatnya yakni tenaga kerja terampil dan inovasi (dicapai dengan riset yang baik).
Sementara tarekatnya dipenuhi dengan berbagai tantangan seperti masih belum optimalnya infrastruktur pembelajaran, kualitas dosen yang masih harus ditingkatkan, dan lain sebagainya.

“Kalau SDM kita tidak berkualitas tidak mungkin menghasilkan riset yang baik, yang ada nanti plagiarism, ijazah palsu, dosen palsu. Infrastruktur juga harus baik. dengan dibangunnya gedung ini harapannya bisa mencapai hal tersebut (SDM yang baik),” jelas Nasir. Untuk itu institusi harus mampu merangkai seluruh komponen tersebut.

Senada dengan Nasir, Rektor UNTIRTA, Sholeh Hidayat menyebutkan pembangunan gedung dekanat diharapkan mampu meningkatkan kinerja fakultas teknik menjadi efektif, maju dan bermutu serta melahirkan banyak inovasi.

Sholeh kemudian menyebutkan saat ini Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan di Provinsi Banten masih berada di posisi kedua terbawah (data Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan).

“Maka dari itu harus ditingkatkan. Kami juga ingin mengusulkan di Banten ini belum ada fakultas kedokteran. Banyak yang bertanya kepada saya kenapa di UNTIRTA sendiri belum ada. Itu karena salah satunya persyaratan dari sisi dosen belum mencukupi standar yang ditentukan,” jelasnya.

Sebagai respon atas keinginan tersebut Menristekdikti menyatakan dukungannya secara penuh apabila di Banten muncul fakultas kedokteran yang dapat membantu mengatasi permasalahan-permasalahan kesehatan. Saat ini, dua provinsi yang belum memiliki fakultas kedokteran adalah Banten dan Gorontalo. Untuk itu pihaknya akan memberikan dukungan pemberian ijin program studi jika semua persyaratan yang dibutuhkan telah lengkap.

Selain meresmikan gedung dekanat, pada kesempatan tersebut Menristekdikti juga melakukan dialog kebangsaan dengan mahasiswa, dosen dan masyarakat setempat. Dialog dua arah antara pimpinan pemerintahan sangat penting ditengah situasi Indonesia yang saat ini marak berkembangnya paham radikalisme, terorisme, isu bangkitnya komunisme gaya baru, intoleransi, dan lain sebagainya yang dapat merusak ideologi bangsa.

##