PIH UNAIR – Metode pembelajaran elektronik (pembelajaran-el) atau yang biasa dikenal e-learning sudah lama diterapkan dalam sistem pendidikan di Universitas Airlangga. Sistem pembelajaran-el UNAIR, Airlangga University e-Learning Application (AULA) tersebut terus diperbarui demi memudahkan pengguna layanan.
Ketua Pusat Inovasi Pembelajaran dan Sertifikasi (PIPS) UNAIR Yuni Sari Amalia, Ph.D., menuturkan sistem AULA 2 merupakan bagian dari tanggung jawab UNAIR untuk meningkatkan profil akademik UNAIR di internet.
“Metode e-learning merupakan jawaban atas tantangan bidang pendidikan. Ini merupakan tanggung jawab kami dalam meningkatkan profil sivitas akademika terutama dosen ke level internasional,” tutur Yuni Sari.
Sistem pembelajaran-el AULA 2 telah terintegrasi dengan Cybercampus. Cybercampus adalah pusat database terintegrasi yang menghubungkan kebutuhan sivitas akademika. Sivitas akademika UNAIR, termasuk para dosen tamu, cukup menggunakan nomor induk dosen atau mahasiswa serta password melalui Cybercampus untuk menggunakan AULA 2.
Sebelumnya, pada AULA 1, pendaftaran mata kuliah pembelajaran-el, nama dosen, dan mahasiswa dilakukan secara manual. Selain itu, dosen pengampu mata kuliah harus mendaftarkan terlebih dahulu kepada admin AULA 1.
Sedang pada AULA 2, ketika proses pengisian kartu rencana studi berakhir, dosen secara otomatis bisa mengakses mata kuliah beserta mahasiswa peserta perkuliahan.
Yuni Sari mengatakan, sama seperti sistem AULA 1, pada AULA 2 mahasiswa dan dosen tamu dapat menemukan materi-materi perkuliahan dalam format bentuk bahan presentasi, buku, suara, hingga audio visual. Inovasi lainnya tengah disiapkan untuk mendukung modernisasi pembelajaran.
Selain materi perkuliahan, sistem AULA 2 dapat memperkuat interaksi pembelajaran mahasiswa dan dosen, serta mahasiswa dan mahasiswa. Dalam AULA 2 disediakan ruang diskusi virtual yang berkaitan dengan topik perkuliahan.
“Tidak hanya tentang tanya jawab, tetapi juga membangkitkan critical thinking (berpikir kritis). Dosen juga hendaknya melemparkan model-model pertanyaan yang mengundang daya berpikir kritis mahasiswa,” tutur dosen Departemen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya.
Melalui AULA 2, dosen juga bisa mengukur pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan yang telah diajarkan dengan kuis-kuis.
Berbekal surat keputusan rektor, setiap program studi diwajibkan untuk mengombinasikan metode pembelajaran-el dan konvensional. Setidaknya, ada dua dari 14 mata kuliah yang materi perkuliahannya wajib diunggah di AULA 2.
Selain itu, pihak PIPS juga telah menyelenggarakan pelatihan AULA 2 kepada para dosen. Tak hanya itu, lembaga yang berkantor di Kantor Manajemen UNAIR ini bekerjasama dengan Badan Penjamin Mutu guna mengontrol pembaruan materi perkuliahan oleh pengajar. (PIH UNAIR)