Mahasiswa Universitas Gadjah Mada kembali mengukir prestasi di kancah internasional. Kali ini prestasi itu diraih oleh mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Angelo Abil Wijaya, dalam Chulalongkorn Model United Nations 2018.  Angelo dianugerahi penghargaan sebagai “Best Delegate” dalam ajang tersebut. Chulalongkorn Model United Nations 2018  diadakan pada 16-18 Maret 2018 Faculty of Political Scienceoleh Chulalongkorn University bersama dengan Center for European Studies, Chulalongkorn University.

Konferensi internasional Chulalongkorn Model United Nations 2018 diikuti lebih dari 100 peserta yang datang dari berbagai negara. Angelo merupakan satu-satunya delegasi yang berasal dari Indonesia dalam konferensi internasional ini. Di hadapan delegasi dari berbagai negara di dunia ia menyampaikan gagasan dan solusinya bagi permasalahan global terkait keamanan internasional.

“Saya merasa senang dan bangga atas penghargaan yang diberikan,” tutur Angelo, Rabu (21/3).

Angelo juga menyampaikan bahwa dalam konferensi tersebut para peserta menyimulasikan sidang PBB layaknya perwakilan-perwakilan negara dan diplomat untuk PBB. Para peserta berdiplomasi, bernegosiasi, dan menyusun resolusi yang mengandung solusi bagi isu global terkait keamanan internasional. Pada simulasi sidang PBB tersebut, Angelo menjadi perwakilan negara Brazil di Komite Pertama Sidang Umum PBB. Ada dua topik yang dibahas di dalam konferensi tersebut. Pertama, mengenai regulasi internasional untuk Unmanned Combat Aerial Vehicles (UCAVs) atau combat drones dan yang kedua mengenai peningkatan cyber-security di dalam cyber-space skala internasional.

“Untuk dapat berpartisipasi dengan baik peserta sidang harus melakukan riset menyeluruh dan memiliki kemampuan menulis, negosiasi, serta public speaking yang baik,” jelas Angelo.

Lebih jauh Angelo menjelaskan bahwa tujuan utama konferensi ini adalah adopsi resolusi baru terkait gagasan yang dikemukakan dalam regulasi penggunaan UCAVs serta peningkatan cyber-security. Resolusi itu dituangkan dalam ide dan gagasan konkret bagi negara-negara anggota PBB untuk memastikan bahwa keamanan internasional dapat tercapai melalui pelucutan senjata. Menurut Angelo, konferensi internasional ini sangat bermanfaat bagi para generasi muda, terutama untuk para peserta yang hadir. Ia menceritakan bahwa selama kegiatan berlangsung, pertemuan antar delegasi menjadi sarana yang baik dalam bertukar pikiran dan berbagi gagasan.

“Interaksi yang timbul memfasilitasi pertukaran ide dan solusi untuk memecahkan persoalan global terutama terkait keamanan internasional,” tegasnya. (Humas UGM/Catur)