Banyumas – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir serahkan Surat Keputusan (SK) Pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto, Selasa (14/2) di Purwokerto, Kecamatan Karanglewas. SK tersebut diserahkan langsung oleh Nasir kepada Rektor UNU Purwokerto Ahmad Sodiq.

Menurut Ketua Harian PBNU Hanief Saha Ghafur selama ini PBNU ikut andil besar dalam mempersiapkan kelahiran UNU Purwokerto dan selalu mendukung agar warga NU ikut dalam membangun Pendidikan Tinggi.

“Pendidikan itu adalah amanat, amanat kita semua, oleh karena itu mengelola pendidikan jangan seperti masuk museum, tapi berpikir kedepan, karena orang tua mengamanatkan anaknya untuk dididik dan berhasil di masa depan,” tuturnya.

Di sisi lain Kabupaten Banyumas juga ikut mendukung pendirian UNU Purwokerto.

“Saya hanya bisa katakan, Banyumas siap mendukung dan membesarkan UNU Purwokerto ini beserta Perguruan Tinggi yang ada di sekitar Banyumas, terutama Purwokerto ini,” jelas Bupati Banyumas Achmad Husein.

Dengan diresmikannya UNU Purwokerto, maka kini bertambahlah lembaga Pendidikan Tinggi dari daerah yang terkenal dengan tempe mendhoannya itu. Selain PTN yaitu Unsoed, UNU menjadi salah satu lembaga yang membantu Pemerintah dalam memberikan akses ke Perguruan Tinggi dan mengurangi disparitas.

“Saya harap UNU Purwokerto ini jadi bagian penting dalam memberikan akses berkuliah kepada masyarakat sekitar Purwokerto ini, berkolaborasi, bersaing dalam peningkatan kualitas saja,” ujar Nasir.

UNU Purwokerto juga dituntut untuk segera menapak lebih lagi dengan menyiapkan standar kualitas Pendidikan tinggi yang lebih baik lagi.

“Saya minta UNU Purwokerto ini agar segera memenuhi Pakta Integritas, segera mengajukan akreditasi institusi jika siap, ajukan akreditasi prodi ke BAN-PT, dan tak lupa buat sistem penjaminan mutu internal yang baik,” harapnya.

Terlihat hadir juga pada acara yang diguyur hujan deras itu antara lain adalah Syech Abdul Qodir Assegaf yang akan melakukan istighotsah bersama. (DZI)