Siaran Pers : 38/SP/HM/BKKP/IV/2017

Tim MINO Universitas Gadjah Mada berhasil memenangkan Hadiah Utama mengalahkan lebih dari 200 Tim dari negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) yang mengikuti Tantangan Inovasi Pangan Internasional, Young Southeast Asian Leaders Initiatives (YSEALI) World of Food Innovation Challenge. Sedangkan tempat kedua adalah Cambodia dan ketiga Malaysia. Teknologi MINO Microbubble Generator karya 3 mahasiswa UGM Nabil Satria, Fajar Sidik, Untari Ramadhani ini mampu meningkatkan oksigen dalam air dan hasilnya ukuran ikan menjadi lebih besar 40 persen, tingkat kemampuan hidup ikan meningkat sembilan persen dan pada akhirnya meningkatkan jumlah panen ikan. Atas prestasi yang telah diraih, Tim MINO UGM tahun ini mendapatkan kesempatan study tour ke pusat teknologi dan inovasi Austin, Texas, Amerika Serikat yang difasilitasi oleh USAID Indonesia. Selain itu Tim Mino juga memperoleh pelatihan dari Cisco dan Intel Corporation di Singapura, untuk memperkaya teknologi temuannya agar lebih baik lagi.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Tim MINO UGM atas prestasi yang telah mereka peroleh. Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti yang sekaligus National ASEAN COST Chairman Ainun Na’im dalam jumpa pers bersama Tim MINO UGM hari ini (Rabu, 3 Mei 2017) mengatakan bahwa inovasi yang dihasilkan oleh Tim MINO ini sesuai dengan tema peringatan Hari Pendidikan Nasional 2017 Kemenristekdikti. “ Kementerian ingin membangun pendidikan tinggi yang memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi” ujar Ainun di Ruang VIP Lantai 2 Gedung D Kemenristekdikti.

Ainun menyatakan bahwa penelitian dan inovasi yang dilakukan mahasiswa merupakan embrio dari startup company. Kemenristekdikti saat ini telah menyiapkan berbagai program untuk mendorong inovasi, salah satunya melalui program pada Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) di Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi. Direktorat PPBT merupakan unit kerja di Kemenristekdikti yang memiliki tugas mengembangkan startup company di Indonesia. Selain itu Kemenristekdikti juga menyediakan hibah penelitian baik bagi mahasiswa, dosen maupun peneliti. “Daya saing bangsa akan meningkat melalui inovasi, dan inovasi tersebut harus dihilirkan ke industri,” ujar Ainun.

Ainun berharap agar prestasi dan inovasi yang berhasil dicapai Tim MINO ini dapat memotivasi dan menambah kepercayaan diri mahasiswa di seluruh Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi. “Kementerian mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih Tim MINO UGM,” pungkas Ainun.

Nabil Satria selaku CEO MINO menyatakan bahwa inovasi yang mereka kembangkan ini dilatarbelakangi keprihatinan mereka akan kondisi perekonomian petani ikan lokal yang masih memprihatinkan. “Dengan menggunakan teknologi MINO, petani ikan dapat panen ikan tiga kali dalam setahun, dengan ukuran ikan yang lebih besar 40 persen,” jelas Nabil. Tanpa menggunakan teknologi MINO, petani ikan hanya dapat melakukan panen dua kali dalam setahun. Hal ini tentu akan mendorong pertumbuhan perekonomian petani ikan lokal.

Menurut Nabil petani dan konsumen ikan juga tidak perlu khawatir dengan hasil ikan yang dipanen, karena teknologi ini tidak menggunakan bahan kimia apapun sehingga bersifat alami dari alam. “ Berdasarkan testimoni dari petani ikan yang ikut pilot project di daerah Yogyakarta, ikan yang dipanen terlihat lebih besar dan lebih sehat, sehingga disukai konsumen” imbuh Nabil. Saat ini teknologi MINO masih difokuskan untuk ikan nila, namun ke depan akan dikembangkan untuk ikan jenis lain dan udang.

Pada kesempatan yang sama Fajar Sidik sebagai Chief Technical Officer Tim MINO mengatakan bahwa teknologi microbubble generator yang mereka ciptakan memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dari teknologi sejenis yang beredar di pasar dengan harga yang lebih murah. Tim MINO saat ini juga tengah menjajaki kerjasama dengan Intel Corporation, Kementerian Kelautan dan Perikanan, AUSAID Indonesia dan instansi lainnya untuk pengembangan dan produksi massal teknologi ini. Hak paten dari teknologi ini menurut Fajar sedang dalam proses pendaftaran.

Diman Simanjutak selaku Senior Regional ASEAN Affairs Specialist USAID Indonesia mengatakan bahwa USAID mendukung program ini untuk mendapat solusi kreatif untuk ketahanan pangan. Penduduk ASEAN saat ini sekitar 600 jutaan dan dibutuhkan pangan yang selalu tersedia. “Kita menyelenggarakan challenge ini mulai tahun lalu dan sejak saat itu kita mendapatkan applicants dari seluruh negara di ASEAN sekitar 200-an, kita mendapat 3 pemenang yang pertama dari Indonesia“ ungkap Diman.

Dari program ini, USAID bukan hanya mendapat solusinya saja, tapi juga menghubungkan para pemenang ini dengan lembaga-lembaga yang memiliki kompetensi untuk memperluas cakupan teknologi yg ditemukan. Diharapkan temuan ini dapat berkembang dengan baik dan memenuhi apa yang ditujukan dan dicita-citakan tim MINO.

Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi menyatakan bahwa Tim MINO akan diperkenalkan ke Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi yang memiliki program pembinaan startup company dan ke Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk pengembangan teknologi ini lebih lanjut. Selain itu Tim MINO juga akan turut serta memeriahkan puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang akan diselenggarakan di Makassar pada bulan Agustus 2017. “ Kami akan mengundang Tim MINO untuk presentasi pada pameran RITECH EXPO pada tanggal 10-13 Agustus 2017 di Makassar” ujar Nada.

*Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Dan
USAID Indonesia*