MAKASSAR – Kendaraan besar biasanya mempunyai batas kecepatan maksimal yang harus ditaati oleh sang pengemudi. Apalagi supir tersebut bekerja pada perusahan kargo, sudah pasti batas maksimal kecepatan sangat di perhatikan.

Namun jika di perusahaan pengantaran barang jarak jauh tersebut sudah mempunyai sistem GPS dan yang lainnya, yang langsung dipantau oleh tim pemantau di kantor pusatnya, jelas Hadi, inovator Speed Limiter Integrated Fatigue Analyzer (SLIFA), hasil inovasi dari Universitas Mercu Buana.

“Kelelahan merupakan salah satu faktor yang membuat supir menjadi kurang waspada, sehingga beresiko kecelakaan,” ujar Hadi.

Hadi menegaskan solusi untuk mengurangi angka kecelakaan pada supir yang mengantuk yaitu dengan menggunakan SLIFA.

“SLIFA adalah alat inovasi untuk menghindari kecelakaan pada saat supir mengantuk, keunggulan atau keuntungan alat ini yaitu kecepatan kendaran bisa di setel/dikunci dari 0,5 -80 km/jam, lalu pemasangannya mudah dan semua jenis mesin, termasuk bensin dan diesel bagi truk dan bus,” terangnya.

Selain itu menurutnya juga dengan SLIFA potential accident dapat di minimalisir karena over speed dan supir lelah. SLIFA mudah dioperasikan dan dapat menghemat beberapa komponen diantaranya mesin dan ban.

“Instalasi terhadap SLIFA sudah di gunakan seperti pada truk Pertamina dan Transjakarta. Hasil laporan pemasangan SLIFA dari beberapa klasifikasi kecelakaan yang terdiri dari 51 kejadian ada yang sangat fantastis penurunan dapat mencapai 47 % dari kejadian sebelumnya,” pungkasnya dalam seminar Ritech Expo 2017, Jumat (11/8). (DR)

img-20170811-wa0051

img-20170811-wa0052