Dalam rangka meningkatkan kualitas riset di perguruan tinggi Indonesia, Kemristekdikti melalui Pinjaman Hibah Luar Negeri Islamic Development Bank (PHLN IDB) Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti menyelenggarakan Proyek Pengembangan Empat Universitas (Project 4 in 1). Dana sebesar USD 189 juta ini dipergunakan untuk proyek pembangunan Center of Excellence (CoE) bagi 4 (empat) Universitas Negeri di Indonesia.

Kolaborasi riset yang dilakukan oleh 4 (empat) perguruan tinggi ini berupa pengembangan di bidang Genetic Marker oleh Universitas Jember yang nantinya akan menjadi Pusat Teknologi Pangan dan Kesehatan, Universitas Negeri Malang melakukan pengembangan di bidang Genetic Mapping yang nantinya akan menjadi Pusat Inovasi Pendidikan, Universitas Mulawarman mengembangkan Morphological Character menjadi Pusat Kajian Tropis untuk bidang tumbuhan dan penyakit, dan analisis Physicochemical dilakukan oleh Universitas Tirtayasa yang menjadi Pusat Teknologi Ketahanan Pangan.

Kerjasama Kemristekdikti dengan empat universitas negeri ini merupakan tantangan dalam menghadapi global competity, index human development dan program Nawacita untuk menggeser ekonomi berbasis faktor dan efisiensi menjadi ekonomi berbasis inovasi. Untuk itu dibutuhkan fokus 4 pilar proyek dibidang kesehatan, teknologi, inovasi, dan pendidikan tinggi untuk meningkatkan daya saing bangsa.

Dirjen SDID Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti menegaskan bahwa dasar pemberian hibah bagi pembangunan CoE kepada ke-4 Universitas adalah laporan United Nations Development Programme (UNDP) tahun 2014, dimana peringkat Indeks Pembangunan Manusia Indonesia berada di posisi 108 dari 187 negara. Ke-empat universitas ini dinilai sudah siap dalam pemberdayaan SDM maupun infrastrukturnya sehingga diberikan dorongan berupa pemberian dana untuk dapat lebih meningkatkan daya saing sumber daya manusia yang profesional dan terampil.

Sementara itu, Menristekdikti, M. nasir menyampaikan, dana yang diperoleh untuk proyek ini berupa pinjaman sehingga pengelola diharapkan melaksanakan sebaik-baiknya dalam mencapai tata kelola universitas yang baik.

“Saya juga berharap dalam pengelolaannya dijaga. Jangan sampai ada masalah di kemudian hari. Tujuannya adalah demi mencapai keunggulan-keunggulan resources perguruan tinggi sehingga mendapatkan sumber daya yang berkualitas,” ucap Menteri Nasir. (ifa/bkkp

Galeri