SIARAN PERS
No. 12/SP/HM/BKKP/V/2016

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) yang didirikan pada 1 Januari 1911 dengan nama Besoekich Proefstation ini tumbuh berkembang menjadi pusat penelitian yang unggul, inovatif dan berdaya saing. Puslitkoka menunjukkan kinerja terbaiknya dengan ditetapkan oleh Menteri Riset dan Teknologi sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Kakao (2012) dan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Kopi (2013). Keberhasilan Puslitkoka menjalankan fungsi sebagai PUI Kopi dan Kakao menumbuhkan motivasi untuk melakukan transformasi PUI menjadi Science Techno Park (STP). Science Techno Park memerlukan sinergi antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dengan Puslitkoka sebagai inti dan motor penggeraknya.

Taman Sains dan Teknologi Kopi & Kakao (Coffee and Cocoa Science Techno Park = CCSTP) yang digagas oleh Puslitkoka merupakan suatu kawasan yang dikelola secara profesional guna menginisiasi serta menyalurkan hasil-hasil inovasi teknologi hulu (on farm) sampai dengan hilir (off farm) kepada semua pelaku usaha – pada tahap awal di sektor industri berbasis kopi dan kakao, serta lembaga pendidikan dan penelitian sehingga mampu mencetak entrepreneur-entrepreneur baru pendorong pertumbuhan ekonomi Nasional. Secara khusus, bagi Kabupaten Jember, pengembangan STP ini merupakan satu langkah strategis untuk mencetak entrepreneur baru yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember sejalan dengan program “1 desa 1 dosen” pendamping inovasi.

Dalam CCSTP selain ditunjukkan beberapa inovasi teknologi unggulan berupa bahan tanam unggul kopi dan kakao, biopestisida maupun atraktan untuk pengendalian hama- penyakit kopi dan kakao yang ramah lingkungan, pupuk organik hasil pengolahan limbah, juga ditunjukkan proses produksi kopi dan kakao mulai dari on farm sampai dengan off farm termasuk pengembangan alat mesin pengolah kopi dan kakao, biogas dan pengelolaan limbah, outlet produk olahan kopi dan kakao serta ICCRI Training Canter (ICCRI TC). Diharapkan keberadaan Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP) dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Puslitkoka menjadi Lembaga Penelitian yang terkemuka dan unggul dalam hal penguasaan teknologi kopi dan kakao. Secara aktif ikut serta dalam usaha meningkatkan pengetahuan dan daya saing masyarakat yang berbasiskan inovasi dan teknologi serta mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional.

Fasilitasi pelatihan untuk mencetak start-up entrepreneur baru dilakukan untuk meningkatkan industri hilir kopi dan coklat serta konsumsi dalam negeri, serta untuk tujuan motivasi dan sarana sosialisasi untuk meningkatkan dayasaing kopi-kakao Indonesia. Tahapan Pembangunan dan Pengembangan CCSTP di Puslitkoka adalah: 1). Pelatihan. 2). Pendampingan. 3). Pemantapan. 4). Inkubasi. Tahap Inkubasi bisnis merupakan tahapan yang akan dikembangkan oleh CCSTP Puslitkoka menjadi sarana pendukung penyempurnaan dari penerapan STP di Indonesia.

Pembagian zona strategis CCSTP adalah sebagai berikut:

  • Zona 1: Riset dan pengembangan teknologi
  • Zona 2: Pelatihan dan inkubasi
  • Zona 3: Industri & Perdagangan
  • Zona 4: Eduwisata

Perencanaan struktur kawasan Puslitkoka menjadi CCSTP mempertimbangkan faktor-faktor utama pembentuk kondisi lingkungan lahan seperti topografi, geologi, ekologi, dan iklim kawasan secara umum, serta faktor-faktor pembentuk kondisi fisik dan non fisik lahan.