Belitung – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bekerjasama dengan The HEAD Foundation Singapura dan Lembaga SS Knowledge menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan bagi Pejabat Eselon I Kemristekdikti dan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri. Pelatihan berjudul  “Impact Through Leadership: Leadership Development Program for Indonesian Higher Education Leaders”  tersebut berlangsung selama 2 (dua) hari,  tanggal 23-24 Mei 2016,  dilaksanakan di Tanjungpandan, pulau Belitung. Pelatihan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemristekdikti, Prof. Ainun Na’im  diikuti oleh 7 orang Pejabat Eselon I dan 2 orang Pejabat Eselon 2 Kemristekdikti serta 18 orang Rektor Perguruan Tinggi Negeri dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Sekjen Kemristekdikti Ainun Na’im mengatakan bahwa peran pimpinan perguruan tinggi sangat penting untuk menentukan maju tidaknya kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. “Sektor pendidikan tinggi sangat penting dan juga sangat kompleks. Perkembangan Iptek dan perubahan jaman yang sangat cepat, membuat kebijakan juga harus cepat berubah,” tegasnya.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi para Rektor Perguruan Tinggi dalam bidang kepemimpinan yang inovatif dan efektif,  untuk meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi  yang dipimpinnya dengan memberdayakan sumber daya yang ada secara optimal.

Dalam pelatihan antara lain dibahas perlunya membangun dan memanfaatkan jaringan sesama Perguruan Tinggi untuk menyiasati keterbatasan sumberdaya yang dimiliki masing-masing  Perguruan Tinggi, perlunya reformasi sistem pengelolaan anggaran, dan perlunya bench-marking ke Perguruan Tinggi yang mapan dan kredibel di luar negeri untuk dapat dijadikan sebagai acuan atau model.

Pada akhir sesi pelatihan, para peserta juga meminta Pusdiklat Kemristekdikti untuk menindaklanjuti pelatihan ini dengan sebuah workshop untuk membahas reformasi sistem keuangan di Perguruan Tinggi. “Dalam workshop nanti perlu melibatkan BPKP, BPK, Kementerian Keuangan dan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia,” saran Dwikorita Karnawati, Rektor UGM Yogyakarta. (rs/pusdiklat)

Galeri