Timika – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, membuka sekaligus memimpin Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Pimpinan Yayasan di lingkungan Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, di Timika, Jumat (17/2).

“Alasan Saya hadir disini karena Saya ingin mendorong Perguruan Tinggi di Papua dan Papua Barat. Saya berharap kedepan ini bisa menjadikan pintu gerbang untuk membangun Negara dengan lebih baik dengan sumber daya yang dimiliki oleh putera-puteri Papua,” tegas Menteri yang berasal dari Undip itu.

Rapat yang digelar selama dua hari ini mengusung tema “Memperkuat Sinergi Perguruan Tinggi Swasta untuk Meningkatkan Mutu SDM yang Memiliki Daya Saing” dan dihadiri juga Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Totok Prasetyo, Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti Ophirtus Sumule, serta Wakil Bupati Timika, Yohanes Basang.

Rakerda dihadiri oleh 59 Perguruan Tinggi Swasta yang berada di Papua dan Papua Barat yang terdiri dari 9 Universitas, 2 Institut, 35 Sekolah Tinggi, 10 Akademi, dan 3 Politeknik.

Nasir menyampaikan dihadapan peserta Rakerda bahwa akan ada program prioritas tahun 2017 yang menjadi tujuan utama Kemenristekdikti untuk menyempurnakan program-program tahun 2016 antara lain adalah meningkatkan akses, relevansi, dan mutu Pendidikan Tinggi untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi, dan Revitalisasi LPTK, terutama Pendidikan Profesi Guru.

Nasir menyadari bahwa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Papua dan Papua Barat lebih dominan pada Sekolah Tinggi dan Akademinya, karena sebagian besar disini adalah pekerja, oleh karena itu Nasir akan memberikan fokus kepada pembenahan sekolah tinggi, akademi, serta politeknik. Dalam paparannya, Menteri Nasir menyampaikan tentang revitalisasi pendidikan tinggi vokasi, dirinya bertekad Papua bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dari putera-puteri daerah yang melakukan pendidikan tinggi di sekolah tinggi, akademi serta politeknik.

Pengembangan Pendidikan Tinggi di Papua
“Dosen-dosen baik di sekolah tinggi, akademi, dan politeknik nantinya harus mempunyai sertifikat kompetensi sesuai kebutuhan industri, Kemenristekdikti akan membiayai penuh melalui Kopertis Wilayah XIV pada dosen di Papua untuk di didik lagi selama kurang dari 1 (satu) tahun demi mendapatkan sertifikat kompentesinya tersebut,” imbuhnya.
Koordinator Kopertis Wilayah XIV Festus Simbiak menyampaikan tujuan Rakerda ini untuk meningkatkan wawasan dan inovasi serta membahas berbagai dinamika dan kondisi PTS terkini dan masa akan datang.

“Semoga hasil Rakerda ini nantinya dapat memberikan kontribusi nyata untuk menjadikan PTS di Papua dan Papua Barat yang sehat untuk meghasilkan SDM yang berkualitas,” ucapnya.

Wakil Bupati Timika, Yohanes Basang juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerda Kopertis Wilayah XIV ini, dan menurutnya akan menjadi momentum, karena kehadiran Menristekdikti secara langsung di tanah Papua.

“Saya mengharapkan Rakerda ini dapat menghasilkan kebijakan dan sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam hal memajukan pendidikan tinggi untuk mengatasi masalah dan menjawab masalah itu dengan cemerlang serta berinovasi,” tutur Yohanes.

Nasir juga menyampaikan bahwa dirinya berharap setelah Rakerda ini, Perguruan Tinggi Swasta di Papua dan Papua Barat dapat lebih maju dan minimal akan ada PTS yang mempunyai akreditasi A di Papua kedepannya.

“Mimpi saya nantinya ada Perguruan Tinggi di wilayah Papua dan Papua Barat yang punya Akreditasi A, karena mutu pendidikan tinggi di Indonesia bagian timur harus segera ditingkatkan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan saya yakin di masa datang akan ada pemimpin yang hebat dari putera-puteri daerah dari Papua,” harapnya. (Ard)

Galeri