SIARAN PERS

Jakarta, 24 November 2016

Berdasarkan amanat dari Perpres No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2015-2019), peranan Iptek diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. Terdapat minimal 3 tantangan yang dihadapi, yaitu (1) meningkatkan dukungan nyata iptek terhadap peningkatan daya saing sektor-sektor produksi barang dan jasa; (2) meningkatkan dukungan iptek untuk keberlanjutan dan pemanfaatan sumberdaya alam baik hayati maupun nir-hayati; dan (3) meningkatkan dukungan iptek untuk penyiapan masyarakat Indonesia menyongsong kehidupan global yang maju dan modern. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menginisasi program penguatan lembaga litbang melalui Program Pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang diarahkan untuk penguatan kapasitas dan kapabilitas lembaga litbang untuk menjawab tantangan yang dihadapi di atas. Penguatan kelembagaan iptek merupakan langkah penting dalam penguatan sistem inovasi nasional agar lembaga iptek dapat berkinerja tinggi dengan menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas adopsi pengguna teknologi (masyarakat, industri, dan pemerintah).

Sejak Tahun 2012 sampai Tahun 2016 program ini terus dikembangkan agar lembaga litbang mampu menghasilkan produk iptek maupun produk inovasi yang berbasis demand/market driven dalam rangka mendukung peningkatan daya saing pengguna teknologi (dunia usaha, industri kecil dan menengah, pemerintah, dan masyarakat) sesuai potensi ekonomi daerah.

Saat ini telah ada 45 lembaga litbang unggul dan 19 diantaranya telah berstatus dan ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI). Bidang yang menjadi fokus unggulan dari PUI tersebut antara lain mencakup pangan;Energi; 3. Teknologi dan Manajemen Transportasi; 4. Teknologi Infomasi dan Komunikasi; 5. Teknologi Pertahanan dan Keamanan; 6. Teknologi Kesehatan dan Obat; dan 7. Material Maju. Selain itu diharapkan pula mendukung program kemaritiman, sosial budaya humaniora dan dukungan aspek kebijakan.

Dalam bidang fokus unggulan pangan, beberapa produk unggulan mencakup varietas-bibit buah lokal Indonesia dan produk unggulan pangan padi, kedelai termasuk teknologi pengolahan pasca panen. Produk unggulan tersebut dihasilkan PUI Hortikultura Tropika IPB, PUI Tanaman Padi-Kementan, PUI Aneka Kacang dan Umbi-Kementan serta PUI Pasca Panen Pertanian-Kementan.

Keempat lembaga litbang ini telah berstatus sebagai Pusat Unggulan Iptek yang ditetapkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2013-2015.

Pusat Kajian Hortikultura Tropika Institut Pertanian Bogor ditetapkan sebagai salah satu Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Hortikultura Tropika yang berperan dalam menghasilkan varietas unggul dan pengembangan koleksi plasma nutfah, menyediakan teknologi bagi peningkatan kualitas, kuantitas dan stabilitas produk dalam rangka meningkatkan daya saing buah-buahan tropika, berpartisipasi mensejahterakan petani melalui pengembangan jejaring dan clustering yang kuat, dan berpartisipasi dalam menghasilkan SDM bermutu untuk mendukung perbuahan nasional. PUI-PT Hortikultura Tropika telah menghasilkan berbagai varietas tanaman hortikultura, diantaranya adalah 7 varietas papaya, 5 varietas manggis, 8 varietas melon, 5 varietas nenas , 3 varietas pisang dan 1 varietas salak. Peningkatan jejaring dan klustering juga telah dilakukan melalui misalnya ADS (Agribusiness Development Center) untuk membina dan meningkatkan kemampuan petani, memotong mata rantai pemasaran agar harga yang diterima petani lebih baik. Dengan sIstem ADS sebagai inti dan petani anggota sebagai plasma, telah dapat dipasarkan produk petani, termasuk buah jambu Kristal dan papaya, ke 40 supermarket dan restoran mitra.

PUI Tanaman Padi – Balai Besar Tanaman Padi Kementerian Pertanian menjawab tantangan dengan produk riset berupa (a) varietas unggul padi irigasi (Inpari 23, Inpari 24, Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpari 31, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42 Agritan, Inpari 43 Argritan), (b) varietas unggul padi rawa pasang surut (Inpara 8, Inpara 9), varietas padi gogo (Inpago 8, Inpago 9), padi hibrida (Hipa 8, Hipa 18, Hipa 19), varietas unggul padi sawah tadah hujan (Inpari 39 Agritan), dan varietas unggul padi sawah dataran tinggi (Inpari 28 Kerinci, Inpari 27). Di samping menghasilkan varietas unggul, PUI Tanaman Padi juga telah berhasil mengembangkan Teknologi Budidaya Jarwo Super dan Penanganan Hama Padi dengan produk Biopestisida Metharizium Anisopliae (Metarian 10 WP).

Sesuai dengan kompetensi kelembagaannya, PUI Aneka Kacang dan Umbi – Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian telah menghasilkan produk unggulan berupa Varietas Kedelai Kaya Isoflavon.

Kedelai potensial sebagai sumber pangan fungsional karena kandungan isoflavonnya. fungsi Isoflavon bagi manusia diantaranya adalah berperan penting pada pencegahan penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, mencegah osteoporosis, antioksidan dan sebagainya.

Varietas Kedelai Devon 1 dirakit melalui persilangan. Pada akhir tahun 2015 secara resmi dilepas sebagai varietas unggul terbaru di Indonesia dan sekaligus merupakan varietas kedelai pertama di Indonesia yang memiliki kandungan isoflavon tinggi. Potensi hasil Devon 1 mencapai 3.09 t/ha dengan umur masak 83 hari dan ukuran bijinya tergolong besar (15.33 g/100 biji). Kandungan isoflavon dari Devon 1 mencapai 2220 µg/g. Karenanya potensial sebagai bahan baku pangan menyehatkan.

Di samping itu, PUI Aneka Kacang dan Umbi juga menghasilkan Be-Bas : Biopestisida Ramah Lingkungan yang merupakan produk formulasi biopestisida yang dikemas dalam bentuk tepung (powder) dan mengandung bahan aktif konidia cendawan entomopatogen. Salah satu keunggulan dari biopestisida Be-Bas yaitu bersifat ovisidal (membunuh stadia telur serangga). Sifat ovisidal ini tidak dimiliki oleh insektisida kimia, karena insektisida kimia hanya membunuh stadia nimfa/larva dan imago, sementara stadia telur masih tetap bertahan. Pupuk hayati produk unggulan PUI Aneka Kacang dan Umbi yang mendukung peningkatan produksi kedelai adalah pupuk hayati rhizobium dengan nama “Agrisoy” Agrisoy cocok untuk pengembangan kedelai di lahan masam dan non-masam. Keunggulan Agrisoy antara lain (a) mampu menggantikan kebutuhan pupuk urea lebih dari 75%, (b) menghasilkan lingkungan tumbuh yang baik bagi tanaman, dan (c) toleran diaplikasikan pada kondisi masam hingga pH 4 dengan kadar Mn 100 ppm, Fe 300 ppm, Al 400 ppm.

PUI Pasca Panen Pertanian – Balai Besar Pasca Panen Kementerian Pertanian mengembangkan produk keunggulannya pada pengembangan pangan lokal dan peningkatan nilai tambah dan daya saing produk. Produk yang telah dihasilkan untuk pangan lokal antara lain (a) Starter Bimo CF (bibit fermentasi yang berbentuk powder mengandung beragam mikroba Bakteri Asam Laktat alami yang aman, bermanfaat dan halal untuk pembuatan tepung dari bahan baku kasava/ubi kayu melalui proses fermentasi, (b) Tepung lokal yang terbuat dari bahan baku spesifik sebagai substitusi terigu seperti Tepung Bimoka, Tepung Jagung, dan Tepung Sorghum, (c) produk olahan pangan lokal : Mie Jagung, Mie Sagu, Beras Instan, Beras Sorghum.

Produk PUI Pasca Panen Pertanian lainnya untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing antara lain : (a) Beras IG, Beras Indeks Glikemik Rendah merupakan beras yang mempunyai Igr < 55 yang dapat diperoleh secara genetik atau melalui proses pratanak dengan penurunan Igr beras, (b) Puree dan sari Buah : Puresso adalah merk dagang dari pure buah segar yang dihasilkan BB Pascapanen, Manggusta adalah sari kulit buah manggis yang diperkaya sari bunga rosela dan sari buah nanas segar, serta Sari Buah Pala adalah cara pengolahan buah pala menjadi minuman segar yang baik untuk kesehatan, (c) Teknologi sistem pengeringan dan penyimpanan terpadu (instore drying) untuk bawang merah, (d) Sup instan, cara pengolahan sayuran yang dikeringkan dengan teknologi FIR, (e) Formula coating, proses pelilinan buah untuk mempertahankan kesegeran dari buah tersebut, sangat cocok untuk ekspor, (f) Vinnegar air kelapa yang merupakan salah satu pengawet alami yang mempunyai sifat antimikroba, (g) Teh gambir, teh dari daun gambir yang mengandung polifenol dan antioksidan yang baik untuk tubuh, (h) Biofoam, kemasan alternative pengganti pengganti styrofoam yang terbuat dari bahan pati dan diperkuat dengan penambahan limbah pertanian (jerami, tongkol jagung, TKS, Bagas Sorghum, dan (i) Starter kering untuk membuat yoghurt probiotik dikembangkan untuk meningkatkan masa simpan dan kemudahan untuk dikemas, mempertahankan jumlah probiotiknya yang tinggi menghasilkan yoghurt probiotik.

Beberapa produk unggul dan inovatif di atas merupakan sebagian upaya dari lembaga litbang yang berstatus sebagai Pusat Unggulan Iptek yang dikoordinasikan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Produk yang dihasilkan dari adanya kebutuhan di masyarakat dan berupaya menjawab tantangan yang mengemuka. Di dalam lingkaran kompleksitas kebutuhan dan tuntutan yang semakin majemuk, memang sudah selayaknya upaya penguatan atas pengembangan dan pemanfaatan potensi lokal Indonesia, khususnya buah lokal dan produk pangan unggulan mendapatkan tempat prioritas.

Dan pada posisi itulah, peran lembaga litbang unggul, inovatif dan berdaya saing harus dikembangkan dan diperkuat. Kelembagaan Iptek dan Dikti memegang peran yang signifikan dalam mendorong dan menjawab tantangan ke depan.

Berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan ini, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi siap mendukung program pengembangan dan pemanfaatan produk buah lokal dan produk pangan unggulan. Semua siap bekerjasama dengan seluruh stakeholder di 514 kabupaten/kota maupun dengan pihak-pihak industri.

“Kementerian terus memberikan pendampingan dan support, termasuk untuk PUI hortikultura tropika, tanaman padi, kacang-kacangan dan umbi-umbuan dan pasca panen pertanian,” imbuh Dirjen Kelembagaan Iptek Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo.

##

Informasi lebih lanjut :
Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi