KUPANG – Nasir ungkapkan saat ini dirinya dan Kementerian sedang berjuang untuk meningkatkan kualitas, jumlah dan sebaran beasiswa bidikmisi.

“Kalau tahun ini perbulan biaya hidup mahasiswa bidikmisi mendapatkan 600 ribu Rupiah, tahun depan akan saya coba naikkan menjadi 650 ribu Rupiah,” jelasnya.

Hal tersebut dikatakan Nasir saat acara temu mahasiswa bidikmisi dan Adik Papua & 3T Nusa Tenggara Timur, Jumat (16/12), di Kampus Universitas Nusa Cendana (Undana).

Dalam kesempatan itu, Nasir melakukan diskusi dengan para mahasiswa bidikmisi dan Afirmasi Pendidikan Tinggi yang rata-rata IPK-nya cukup baik. Nasir memberikan pesan agar anak-anak tersebut menjadi contoh yang baik.

Oleh karena itu, lanjut Nasir dalam diskusi, diharapkan para penerima bantuan dana pendidikan Bidikmisi senantiasa meningkatkan kualitas dirinya yang pada gilirannya akan dapat mengangkat harkat dan martabatnya dan kelak pada waktunya akan memberikan kontribusi terhadap daya saing bangsa ini.

Nasir pun berbangga hati melihat mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi dan Adik & 3T dari daerah Nusa Tenggara Timur IPK-nya kebanyakan berada diatas 3,0. Nasir memberikan apresiasi berupa komputer jinjing bagi mereka.

“Ini menunjukkan harapan dari daerah NTT ini akan semakin maju, semakin maju karena akan melahirkan anak-anak yang cerdas yang siap membangun kampung halamannya hingga dapat meningkatkan taraf ekonominya,” tutur Nasir.

Hal tersebut selaras dengan yang dikatakan oleh Dirjen Belmawa Intan Ahmad.

“Tidak hanya itu, prestasi non akademik mahasiswa Bidikmisi juga amat membanggakan; tercatat lebih dari 5 mahasiswa Bidikmisi berhasil lolos seleksi menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional sejak tahun 2013-2016. Selain itu, beberapa mahasiswa Bidikmisi juga berhasil meraih medali di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), menjuarai berbagai kompetisi kepenulisan tingkat nasional hingga internasional, mengikuti kegiatan pertukaran pelajar rtingkat internasional, hingga menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai kegiatan kelas dunia di dalam dan luar negeri,” terangnya.

Dengan capaian seperti itu, menurut Intan, Bidikmisi telah berhasil menjadi salah satu katalis yang strategis dan telah banyak membantu mahasiswa Indonesia untuk secara bebas mengeksplorasi diri. Selain itu, karena para mahasiswa Bidikmisi adalah para mahasiswa yang berasal dari seluruh pelosok Indonesia, program ini telah turut berkontribusi terhadap peningkatan kohesi sosial dan pemahaman tentang keragaman Bangsa Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Nasir juga memberikan secara simbolis tabungan pendidikan beasiswa bidikmisi dan Adik &3T kepada sekitar 20 mahasiswa. Turut hadir dalam acara yang berjalan hangat itu antara lain Rektor Undana Frans Benu, Rektor Unimor, Direktur Poltek Negeri Kupang, dan Koordinator Kopertis Wilayah VIII. (DZI)