Raut bahagia terpancar dari wajah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat melihat semangat dan antusiasme santri Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar dalam Sosialisasi dan Dialog Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi dan LPDP  di Jombang, Jawa Timur (28/3/2017).Turut hadir dalam acara ini adalah Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad dan Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti.

“Siapa yang ingin kuliah ke perguruan tinggi?” tanya Menteri Nasir. Serentak tanpa komando hampir seluruh santri mengacungkan jarinya ke udara.

Menteri Nasir mendorong para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Saya dulu juga adalah seorang santri. Adik-adik santri jika belajar tekun dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, juga dapat menggapai impian yang dicita-citakan” ujar Menteri Nasir memberi semangat kepada 500 santri pesantren yang hadir.

Menteri Nasir mengatakan para santri yang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki nilai akademik yang bagus agar tidak khawatir dengan masalah biaya kuliah. Kemenristekdikti saat ini telah menyiapkan anggaran 4,5 triliun rupiah untuk beasiswa pendidikan. Salah satu skema beasiswa tersebut adalah Bidikmisi.

Bantuan dana pendidikan (beasiswa) Bidikmisi merupakan wujud komitmen negara untuk terus berupaya meningkatkan jumlah penduduk yang dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi. Bahkan lebih jauh lagi ditujukan untuk memutus mata rantai kemiskinan yang masih melanda di negara kita (sekitar 11,5%). Hal ini dapat dicapai jika kita mampu memaksimalkan peranan modal potensial yang dimiliki, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta dalam rangka menghadapi persaingan global yang penuh dengan kompetisi.

Program Bidikmisi dimulai sejak tahun 2010 sebagai respons terhadap tingginya biaya kuliah di perguruan tinggi yang mengakibatkan lebih dari separuh lulusan sekolah menengah pada tahun 2010 tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu jumlah mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin sangatlah kecil, padahal tidak sedikit lulusan sekolah menengah yang mempunyai kemampuan akademik baik, tetapi secara ekonomi perlu dibantu. Lebih lanjut, bila calon mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademik baik, tetapi secara ekonomi kurang beruntung tersebut dibantu, mereka dapat menjadi potensi sumber daya manusia yang unggul.

Pada tahun 2016 pemerintah memberikan bantuan Bidikmisi kepada 74.128 mahasiswa baru, sehingga keseluruhan penerima bantuan dana pendidikan dari tahun 2010 hingga saat ini mencapai 352.409 mahasiswa. Setiap bulannya mahasiswa peraih Bidikmisi menerima bantuan biaya hidup Rp.600.000/bulan. Tahun 2017, Kemenristekdikti akan meningkatkannya menjadi Rp.650.000/bulan.

Bantuan Bidikmisi diberikan selama 8 semester untuk jenjang S1/D4 dan 6 semester untuk jenjang D3. Besar bantuan adalah Rp 6,3 juta/semester; di mana 2,4 juta/semester sebagai biaya pendidikan yang dikelola oleh  perguruan tinggi  (ke rekening institusi), 3,9 juta/semester  diberikan pada mahasiswa untuk biaya hidup (ke rekening mahasiswa); dicairkan per tiga bulan.

“ Ketika menjadi mahasiswa Bidikmisi,percayalah Anda adalah mahasiswa pilihan. Kuncinya adalah kerja keras. Jangan khawatir jika tidak ada biaya” ujar Dirjen Belmawa Intan Ahmad menjawab pertanyaan santri mengenai kemungkinan Bidikmisi terputus di tengah masa perkuliahan jika nilai turun.

Sejauh ini program Bidikmisi yang sudah berjalan secara nyata telah mampu meningkatkan kualitas pembelajaran  dan prestasi akademik perguruan tinggi penyelenggara program Bidikmisi. Prestasi akademik para mahasiswa Bidikmisi amat membanggakan. Hal ini diperkuat dengan data tahun 2015 yang menunjukkan dari sekitar 162 ribu mahasiswa, terdapat lebih dari 51% memperoleh IPK antara 3.0-3.5, dan lebih dari 28% memperoleh IPK >3.5, serta 0.7% mempunyai IPK 4,0. Ini adalah suatu prestasi yang amat membanggakan.

Tidak hanya itu, prestasi non akademik mahasiswa Bidikmisi juga amat membanggakan; tercatat lebih dari 5 mahasiswa Bidikmisi berhasil lolos seleksi menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional sejak tahun 2013-2016. Selain itu, beberapa mahasiswa Bidikmisi juga berhasil meraih medali di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), menjuarai berbagai kompetisi kepenulisan tingkat nasional hingga internasional, mengikuti kegiatan pertukaran pelajar tingkat internasional, hingga menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai kegiatan kelas dunia di dalam dan luar negeri.

Terkait beasiswa LPDP, Dirjen Ali Ghufron Mukti berpesan kepada para santri untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing. Karena selain memiliki LoA (Letter of Acceptance) _unconditional_ dari perguruan tinggi yang dituju, salah satu syarat beasiswa LPDP adalah sertifikat kemampuan Bahasa Inggris/ Bahasa Asing lain sesuai persyaratan perguruan tinggi yang dituju. “ Untuk Bahasa Inggris, minimal harus memiliki _score_IELTS minimal 6,5” pungkas Ali Ghufron Mukti.

*Bidikmisi Dapat Diakses Hingga Jenjang S2*

Menteri Nasir di hadapan santri Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar mengungkapkan alumni penerima Bidikmisi S1 dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang S2. “ Bahkan hingga pertengahan tahun 2016, lebih dari 200 alumni Bidikmisi berhasil mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang S2 dengan dukungan penuh beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia.” ungkap Menristekdikti.

Sebagian besar melanjutkan studi di kampus-kampus terbaik di Indonesia, dan sebagian lainnya berkesempatan berkuliah di luar negeri di kampus-kampus terbaik dunia seperti di Inggris, Belanda, Australia, Amerika dan lain-lain.

LPDP memberikan peluang bagi para lulusan Bidikmisi dengan IPK min. 3,5 (skala 4) untuk mendaftarkan diri dalam Beasiswa Afirmasi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (S2) dalam beberapa bidang keilmuan, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri,

Beberapa persyaratannya adalah usia maksimum pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 35 (tiga puluh lima) tahun. Pendaftar Beasiswa Afirmasi alumni penerima Bidikmisi hanya dapat mendaftar maksimal 2 (dua) tahun sejak dinyatakan lulus dari Perguruan Tinggi, dan harus melampirkan surat keterangan atau surat keputusan penerima Bidikmisi yang dikeluarkan oleh Kementerian atau perguruan tinggi terkait. (FH/KP/Ristekdikti)