MAKASSAR – Perkembangan industri minyak atsiri di Indonesia dinilai masih lambat. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti rendahnya produksi tanaman, usaha tani sering berganti, mutu masih beragam, harga flukluatif, kualitas produk derivatisasi belum tersertifikasi, pemasaran tidak optimal, serta lemahnya strategi dengan negara pesaing.

Karena itu, Institut Atsiri dan Universitas Brawijaya pada Ritech Expo 2017 kali ini mencoba menghadirkan cara mengatasi permasalahan lambatnya produksi minyak tersebut. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Dr. Sukardi, MS., mengembangkan penelitian penggunaan medan listrik berpulsa (Pulsed Electric Field/PEF) sebagai pembuka sel penyimpan minyak atsiri tersebut.

Metode ini juga dikenal dengan elektroporasi. Diharapkan dengan metode tersebut dapat mengurangi waktu distilasi dan meningkatkan kualitas maupun kuantitas minyak.

Sukardi menjelaskan, elektroporasi sel adalah pemberian tegangan listrik pada sel agar sel mengalami kerusakan (pecah/porous) tanpa merusak komponen bioaktif yang ada di dalam sel, seperti minyak atsiri.

“Perlakuan kejut listrik sangat baik untuk meningkatkan hasil produksi minyak atsiri nilam sebelum distilasi sehingga perlu diterapkan pada skala pilot plant dan industri,” ujar Sukardi.

Dari hasil penelitiannya didapatkan perlakuan kuat medan listrik sebesar 133,33 V/cm frekeunsi 1800 Hz, waktu paparan PEF 15 detik dengan jarak katoda anoda 15 cm sebelum distilasi, dapat meningkatkan volume minyak nilam sebesar sebesar 45% dibanding tanpa perlakuan PEF.

“Efisiensi distilasi yang diperoleh dengan perlakuan PEF adalah 85%, meningkat 35% dibanding tanpa perlakuan PEF yaitu sekitar 50%,” tutur Sukardi.

Hasil ini juga diiringi dengan perubahan kualitas minyak nilam dari segi kandungan komponen makro dan komponen mikro. Warna minyak nilam juga cenderung kuning keemasan dengan aroma yang lebih tajam dan juga kedepannya bisa digunakan sebagai pengawet minuman. (KIS/TJS/WD)

whatsapp-image-2017-08-13-at-10-07-01 whatsapp-image-2017-08-13-at-10-07-03-1 whatsapp-image-2017-08-13-at-10-07-04 whatsapp-image-2017-08-13-at-10-07-08