MAGELANG – Usia 3 tahun banyak dianalogikan seperti seorang bayi yang baru mulai belajar merangkak atau berjalan. Analogi tersebut sesuai dengan Universitas Tidar Magelang (Untidar) yang lakukan Dies Natalis ke-3 sebagai Perguruan Tinggi Negeri. Namun, bayi tersebut tak hanya mulai belajar merangkak atau berjalan, tapi mulai berlari kencang.

“Kali ini ‘Inovatif, Produktif dan Akseleratif’ merupakan tema Dies Natalis ke-3 sekaligus merupakan pembuktian, harapan dan janji Untidar kepada seluruh sivitas akademika, masyarakat Kota Magelang khususnya serta seluruh rakyat Indonesia bahwa pendidikan akan membawa kita pada kehidupan yang lebih baik. Kami sedang menata Kampus baik secara akademik maupun sistem Pendidikan,” ucap Rektor Untidar Cahyo Yusuf saat puncak Dies Natalis Untidar ke-3 di Auditorium Kampus Untidar, Sabtu (1/4).

Menurut Cahyo lari kencang Untidar dibuktikan dalam kurun waktu singkat, 1 April 2014–1 April 2017, Untidar telah berkembang pesat terutama pada bidang infrastruktur, media pembelajaran serta alat-alat laboratorium pendukung perkuliahan. Pembangunan infrastruktur di Kampus Tuguran terus dipercepat untuk menampung total ±5500 mahasiswa pada tahun akademik 2017/2018. Selain itu, Untidar juga mempersiapkan kampus-kampus baru di beberapa tempat: (a) wilayah Kota Magelang : tanah Sidotopo untuk Fakultas Kedokteran dan tanah di Mertoyudan untuk rumah sakit pendidikan; (b) wilayah Kabupaten Magelang : tanah di Grabag untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Tanah Bandongan untuk Fakultas Pertanian; (c) tanah Kledung Temanggung untuk Program Studi Akuakultur dan Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, dan (d) tanah Selomerto Wonosobo untuk Program Studi Peternakan dan Program Studi Perkebunan.

Menristekdikti Mohamad Nasir saat sambutannya dalam acara Dies tersebut sangat mengapresiasi segala upaya dan usaha yang dilakukan oleh Untidar, terutama dalam lari kencangnya untuk pengembangan Kampus.

“Saya sedikit napak tilas, tahun 1992 saya pernah mengajar disini. Dan saya apresiasi perkembangan sekarang, dulu yang daftar disini sangat sedikit, sekarang luar biasa, ini tandanya berhasil,” ungkap Nasir diiringi riuh tepuk tangan sivitas Untidar.

Dari sisi infrastruktur dirinya juga mengapresiasi Untidar yang menyelesaikan pembangunan gedung dengan cukup cepat. Artinya, kata Nasir, akses mahasiswa akan bertambah lagi masuk ke Untidar.

Nasir menekankan untuk mencapai daya saing bangsa yang baik, ada 2 hal utama yang dikembangkan, yaitu sumber daya (skill worker) dan inovasi, inovasi akan berhasil bila risetnya baik.

“Saya minta para dosen Untidar risetnya baik. Apalagi Untidar menasbihkan dirinya ingin menjadi Universitas Riset. Kalau bisa Untidar menjadi Universitas yang berbudaya, budaya riset dan inovasi, selain itu buatlah milestone, dalam 20 tahun kedepan sudah punya rencana PTN ini dibawa kemana,” imbuhnya.

Menteri Nasir berpesan bahwa jangan terlalu puas dengan capaian yang ada sekarang, Kampus Untidar harus terus dikembangkan, baik secara akademis, maupun secara infrastruktur yang secara tidak langsung mendukung pengembangan riset dan inovasi.

Turut hadir dalam acara puncak tersebut adalah Ketua Yayasan Borobudur Magelang Komaruddin Hidayat yang merupakan salah satu orang yang menginisiasi penegerian Untidar, dan Dirjen SDID Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti. (DZI)