Tanggung jawab memajukan pendidikan di Indonesia bukan hanya milik pemerintah tapi juga seluruh komponen bangsa Indonesia, termasuk sektor swasta.  Banyak anak-anak yang memiliki prestasi membanggakan yang sampai saat ini masih kesulitan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena faktor ekonomi. Disitulah peran negara harus dapat hadir guna memastikan mereka mampu berkuliah demi masa depan yang lebih baik. Namun keterbatasan dana tidak dapat membuat pemerintah secara sepenuhnya membantu anak-anak tersebut.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan Kementerian Ristekdikti telah mengalokasikan sejumlah dana untuk anggaran beasiswa di tahun 2017 mendatang. Namun dana tersebut belum bisa mengcover seluruh jumlah mahasiswa Indonesia yang mencapai sekitar 7,5 juta orang.

“Kalau dari pemerintah seluruhnya masih tidak mungkin untuk menggratiskan semuanya,” ujarnya saat acara Penyerahan Bantuan Bagi Mahasiswa Berprestasi (BMB) Lippo Group, Selasa, (20/12/2016). Oleh karena itu, pihaknya terus mencari dukungan dan bantuan dari pihak lain.

Untuk itu Menristekdikti sangat mengapresiasi langkah Lippo Group yang telah membantu pemerintah dengan memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa di 10 perguruan tinggi negeri di Indonesia pada tahun 2016 ini.

Penyerahan Bantuan Bagi Mahasiswa Berprestasi (BMB),

diberikan kepada 10 perguruan tinggi negeri yakni Politeknik Negeri Batam, Poltek Negeri Sriwijaya, Poltek Negeri Banjarmasin, Poltek Negeri Samarinda, Poltek Negeri Ujung Pandang, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Sebelas Maret, Universitas Jember, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Timor.

Presiden Direktur Lippo Group, Theo L Sambuaga menyebutkan beasiswa sejumlah 150 juta rupiah (total 1,5 miliar rupiah) bagi masing-masing PTN tersebut ditujukan guna meningkatkan semangat mahasiswa untuk mengejar cita-citanya melalui pendidikan.

Sejak tahun 2011 sudah 60 PTN dari seluruh pelosok Indonesia yang menerima bantuan ini. dimana setiap tahunnya diberikan kepada 10 penerima. Hal ini sesuai arahan Menristekdikti dimana bantuan tersebut diberikan khususnya PTN yang ada di daerah-daerah pelosok tanah air.

“Saya berterimakasih kepada Lippo Group yang telah membantu anak-anak Indonesia yang secara ekonomi kurang beruntung tetapi punya prestasi yang baik perlu mendapat bantuan dan dukungan,” tutur Theo.

Nasir menambahkan walaupun baru 60 PTN ini adalah wujud dukungan swasta kepada pemerintah dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.

Kemenristekdikti juga memang terus berupaya untuk membangun pendidikan tinggi di daerah terdepan terluar dan tertinggal. Menristekdikti mengungkapkan bahwa sumber daya di daerah-daerah harus didorong untuk menjaga wilayah tersebut demi menjaga NKRI. Kebijakan harus ada keberpihakan yang jelas bagi anak-anak Indonesia dimanapun.

“Kalau tidak anak-anak di daerah 3T tidak akan mungkin mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” imbuhnya. Meskipun terdapat penurunan anggaran di tahun 2017 mendatang namun dana alokasi untuk beasiswa anak-anak Indonesia ditingkatkan dengan cara mengeliminasi mana yang tidak value added kemudian mengalokasikannya untuk pendidikan.

Nasir pun berpesan bagi para rektor dan direktur yang menerima bantuan kali ini agar dapat menyalurkannya dengan benar dan tepat kepada mahasiswa yang memang layak.

Galeri